Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Mamuju, Bergandengan Tangan Demi Generasi Mendatang

Mamuju, Bergandengan Tangan Demi Generasi Mendatang

mamuju3.jpg

  Mamuju –  Posyandu Al-Ikhlas di Desa Bambu, Mamuju, Sulawesi Barat mendapat kunjungan dari Chief Executive Officer Millenium Challenge Corporation (MCC), Dana J. Hyde, dan Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy. Kunjungan pada Rabu, 1 April 2015, tersebut menandai penguatan keberlanjutan program PNPM Generasi yang didonori MCC lewat Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mencegah Stunting (PKGBM) MCA-Indonesia.  Desa Bambu adalah satu dari 5.488 desa yang menjadi lokasi pelaksanaan PKGBM.

Menurut Direktur PKGBM MCA-Indonesia, Minarto, proyek ini mempunyai tiga kegiatan besar. Yakni, penguatan permintaan masyarakat untuk gizi, penguatan suplai di bidang kesehatan, serta komunikasi, manajemen, dan evaluasi gizi nasional.

“Ini sangat bertepatan waktunya dengan upaya serius pemerintah melakukan percepatan perbaikan gizi secara nasional,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, Achmad Azis.

Achmad Azis mengatakan masalah gizi khususnya mengenai stunting menjadi tantangan yang serius. Riset Kesehatan Dasar 2013 yang dilansir Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi stunting balita Indonesia mencapai 37,2%.

Menurut Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Barat Anggraeni Anwar, prevalensi stunting pada anak balita Sulawesi Barat juga sangat tinggi, yaitu 48%. Adapun sekitar 29,1% anak di Sulawesi Barat juga tercatat memiliki permasalahan gizi.

Ia berpendapat PKGBM telah meningkatkan pelayanan posyandu di lokasi proyeknya. Dari yang sebelumnya hanya melakukan penimbangan dan pencatatan, kini pelayanan posyandu dimantapkan dengan pemberian konseling tentang makanan untuk bayi dan anak. Berkat layanan ini, pengetahuan dan kesadaran masyarakat pun semakin meningkat. Karena manfaat yang besar itu, Anggraeni berharap proyek tersebut dapat diperluas ke kabupaten lain dan diperpanjang waktu implementasinya.

Achmad Azis turut memuji pendekatan implementasi PKGBM karena tidak saja memperkuat sisi suplai, tetapi juga memperkuat sisi permintaan dari masyarakat itu sendiri. Sehingga, proyek ini benar-benar berbasis pada masyarakat.

Posyandu Al-Ikhlas sendiri tercatat mempunyai tingkat partisipasi tinggi, yakni 96%. Menurut Azis, “Jika Posyandu bisa mempunyai tingkat partisipasi di atas 90%, maka pelaksanaan program sudah betul-betul berbasis masyarakat.”

CEO MCC Dana J. Hyde dalam sambutannya mengapresiasi pula kerja sama dari seluruh jajaran pemerintahan serta masyarakat Sulbar dalam pelaksanaan PKGBM. Dia sangat terkesan dengan pencapaian yang telah diraih, serta partisipasi dan antusiasme masyarakat untuk ikut serta dalam upaya mengurangi stunting tersebut. Dana juga berterima kasih atas peran para ayah dalam mendukung pelaksanaan PKGBM.

Menurutnya, PKGBM sangat penting. Ia berharap para pemangku kepentingan bisa membawa segala hal yang telah dipelajari di provinsi ini untuk direplikasi dan diterapkan di daerah lain di Indonesia. Dana menggarisbawahi bahwa PKGBM adalah upaya bersama demi meraih tujuan bersama, yakni meningkatkan kualitas generasi penerus Indonesia

(Sumber : mca-indonesia.go.id)

Lomba Menulis Indonesia Peduli Stunting

Lomba Menulis Indonesia Peduli Stunting

Bagaimana Atur Porsi Gizi Saat Puasa?

Bagaimana Atur Porsi Gizi Saat Puasa?