Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Lakukan 6 Hal Ini Saat Hamil Trimester Pertama

Lakukan 6 Hal Ini Saat Hamil Trimester Pertama

first-trimester.jpg

Kehamilan yang dialami ibu adakalanya diketahui tanpa disadari. Ternyata tahu-tahu ibu sudah hamil satu minggu atau mungkin satu bulan, misalnya. Ini baru diketahui ketika ibu mengalami telat haid atau ketika muncul keluhan-keluhan. Biasanya keluhan-keluhan hamil munculnya di usia kehamilan 4 minggu. Apa reaksi ibu ketika tahu dirinya hamil? Pastinya senang, bukan?

Kehamilan ibu akan berlangsung hingga sekitar 40 minggu. Periode ini dibagi dalam tiga trimester yaitu trimester 1 (minggu ke-1 sampai ke-12), trimester 2 (minggu ke-13 sampai ke-27), dan trimester 3 (minggu ke-28 sampai ke-40 atau maksimal minggu ke-42).

Pada awal-awal kehamilan di trimester pertama, ibu akan mengalami perubahan hormonal. Tubuh ibu akan beradaptasi dengan adanya janin yang tumbuh di dalam rahim. Kondisi ini akan menimbulkan keluhan-keluhan pada ibu hamil seperti mual-muntah, tak nafsu makan, dan sebagainya. Keluhan atau gangguan yang ibu temui di trimester pertama kehamilan harus dapat ibu atasi dengan baik. Karena pada periode ini merupakan masa kritis pertumbuhan janin. Kondisi kehamilan masih rentan dan memungkinkan risiko terjadinya keguguran ataupun masalah kecacatan pada janin. Maka itu, jangan abaikan kehamilan di trimester pertama ini. Jaga kesehatan kehamilan ibu dengan cara :

  1. Bekali diri dengan pengetahuan

Ketika tahu dirinya hamil, sebaiknya ibu membekali diri dengan pengetahuan mengenai kehamilan dan persalinan. Informasi ini banyak tersedia  dan ibu mudah mendapatkannya di media cetak, elektronik, maupun digital. Bacalah pengetahuan tersebut dari sumber-sumber berita maupun narasumber yang dapat dipercaya. Dengan berbekal pengetahuan mengenai kehamilan dan persalinan ibu akan menjalani kehamilan dengan lebih siap dan tenang, penuh perencanaan, dan dapat menjaga kehamilannya dengan cara yang sehat dan baik.

  1. Hindari bahan-bahan yang dapat berbahaya

Trimester pertama merupakan masa pertumbuhan janin. Ibu harus menghindari konsumsi zat-zat yang dapat membahayakan janin dalam kandungan. Karena zat-zat berbahaya dapat berdampak dam menimbulkan risiko terjadinya kecacatan pada janin yang akan terbawa terus hingga lahir. Maka itu hindari konsumsi obat-obatan, merokok, dan minum-minuman beralkohol.

  1. Jaga asupan makanan

Janin dalam rahim ibu membutuhkan zat-zat gizi makanan untuk pertumbuhan jaringan organ tubuhnya. Demikian pula ibu membutuhkan zat-zat gizi untuk kesehatan diri dan janinnya. Maka itu asupan makanan perlu menjadi perhatian penting. Jangan asal makan sembarangan untuk sekedar kenyang. Pilihlah makanan yang sehat dan mengandung zat gizi seimbang. Selain itu, bagi ibu yang mengalami masalah makan di trimester pertama terutama kurang nafsu makan, mual muntah sebaiknya diatasi. Siasati cara makannya, konsumsi makanan bergizi dengan lebih sering dan dalam porsi sedikit-sedikit. Juga perhatikan pula kecukupan konsumsi cairan semasa hamil.

  1. Bersikap positif dan hindari stres

Hindari dari rasa stress, khawatir dalam menjalani kehamilan, merasa terbebani, dan rasa tak nyaman lainnya. Kehamilan merupakan anugerah yang harus disyukuri. Jalani kehamilan dengan rasa bahagia, berpikir positif, cukup istirahat yang baik. Ketenangan dan sikap positif ibu berdampak positif bagi pertumbuhan janin. Komunikasikan pada pasangan agar dapat membantu ibu menjalani kehamilan dengan perasaan tenang dan nyaman. Juga dapat membantu meringankan tugas-tugas ibu semasa menjalani kehamilan.

  1. Tetap lakukan aktivitas dan harus aman

Ibu yang hamil tetap dapat melakukan kegiatannya sehari-hari, apakah mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, memasak, dan sebagainya. Begitupun bagi ibu bekerja dapat melakukan pekerjaannya di kantor. Hanya saja perlu disadari kondisi ibu tengah mengandung janin. Jadi, hindari pekerjaan yang berat dan berlebihan yang dapat membahayakan kondisi janin dan ibu, misalnya tidak mengangkat barang yang berat-berat. Olahraga juga harus disesuaikan dengan kondisi selagi hamil. Pilihlah olahraga dengan gerak yang tidak berlebihan semisal main tenin diganti dengan olahraga jalan kaki, dan sebagainya.

  1. Lakukan pemeriksaan rutin

Biasanya ibu datang ke dokter pertama kali sekitar minggu ke-2 karena sudah terlambat haid atau ketika ada keluhan hamil. Setelah diketahui hamil, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan kehamilan (Antenatal care) secara rutin. Jika menurut anjuran WHO, pemeriksaan kehamilan dilakukan setiap 4 minggu sekali dari saat pemeriksaan kehamilan pertama kali hingga usia kehamilan 28 minggu. Kemudian dari usia kehamilan 28 minggu hingga 36 minggu dilakukan pemeriksaan setiap 2 minggu sekali. Lalu ketika usia  kehamilan 36 minggu dilakukan pemeriksaan setiap satu minggu sekali hingga waktunya melahirkan. 

Jika ASI Tidak Keluar, Ini yang Ibu Harus Lakukan

Jika ASI Tidak Keluar, Ini yang Ibu Harus Lakukan

1 Dari 4 Anak Indonesia Tidak Cuci Tangan Dengan Sabun: Yuk, Kita Perbaiki!

1 Dari 4 Anak Indonesia Tidak Cuci Tangan Dengan Sabun: Yuk, Kita Perbaiki!