Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kontrakan Tanpa Toilet Terancam Ditutup

Kontrakan Tanpa Toilet Terancam Ditutup

kontrakan-tanpa-toilet-terancam-ditutup-edit.jpg

Tidak tersedianya akses sanitasi yang layak di sejumlah kawasan permukiman Jakarta mendorong warga setempat menunjukkan perilaku tidak sehat. Salah satunya adalah kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS). Kondisi serupa juga kerap dijumpai pada rumah-rumah kontrakan yang terdapat di daerah permukiman padat penduduk di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, memerintahkan para lurah dan camat untuk menertibkan rumah kontrakan atau kos-kosan yang tidak memiliki sanitasi layak tersebut.

"Saya minta kos atau kontrakan yang tidak dilengkapi fasilitas untuk buang air besar (BAB) dan kamar mandi ditutup saja. Harus ditutup sama lurah dan camat," ujar Djarot di Jakarta, Rabu (16/3).

Djarot mengatakan, saat ini masih banyak rumah di Jakarta yang belum memiliki sanitasi yang layak. Rumah-rumah itu kebanyakan berada di lingkungan permukiman kumuh, miskin, dan padat penduduk.

"Biasanya, karena alasan penghematan, pemilik rumah kontrakan di permukiman padat tidak mau menyediakan lahan untuk pembangunan toilet. Mereka lebih suka memperbanyak kamar tidur," ucap Djarot.

Jika masyarakat luar mau mengetahui kondisi Jakarta yang sesungguhnya, tambah jangan hanya melihat kawasan mewah seperti di Sudirman, Menteng, dan Thamrin. Tetapi coba juga menengok kawasan miskin seperti di Tambora Jakarta Barat dan Cilincing Jakarta Utara.

"Daerah-daerah permukiman padat dan kumuh itulah sebenarnya yang membutuhkan perhatian lebih, karena 60 persen warga Jakarta masih tinggal di kawasan seperti itu," ucap Djarot.

(Sumber : Republika.co.id)

Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Harus Ditularkan

Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Harus Ditularkan

Kadinkes Papua Minta Perpanjangan PIN Polio

Kadinkes Papua Minta Perpanjangan PIN Polio