Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kok Anak Kurang Gizi Bisa Kena Obesitas?
beritajatim-com-e1480384023600.jpg

Selama ini kita tahu bahwa stanting adalah ketika anak lebih pendek dari standar tinggi untuk anak seusianya. Dua penyebab stanting yang paling besar adalah 1) kekurangan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan anak, dan 2) hidup di lingkungan yang tidak bersih. Oleh karena itu, anak harus mendapatkan asupan gizi yang baik sejak dini. Ibu dapat memulai dengan memberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Kemudian ibu melanjutkannya sampai anak berumur 2 tahun sambil memberi makanan pendamping ASI dengan frekuensi, jumlah dan keberagaman yang cukup. Selain itu, pastikan sebelum membangun keluarga, anak akan hidup di lingkungan yang sehat dengan paling sedikit, menyediakan jamban yang bersih. Faktor gizi ibu sebelum dan selama kehamilan juga mempengaruhi kesehatan anaknya.

Kita dapat mengurangi angka stanting dalam kehidupan sehari-hari kita, dengan hal-hal yang sederhana. Jika stanting tidak ditangani, anak anak di Indonesia akan kurang berprestasi saat dewasa karena perkembangan otaknya juga terhambat. Selain itu, kekurangan gizi juga dapat sebabkan anak gemuk atau terkena obesitas, lho.

Nah, mungkin hubungan kekurangan gizi dan dan obesitas sangat terlihat sangat aneh atau tidak masuk akal sama sekali. Tetapi, ini adalah sebuah fakta yang berbasis penelitian. Beberapa tahun yang lalu, The American Journal of Clinical Nutrition melakukan penelitian di Brazil untuk menjawab satu pertanyaan, kenapa anak stanting memiliki resiko obesitas yang sangat tinggi. Hasil penelitian tersebut adalah anak yang stanting memiliki metabolisme yang sangat lemah. Jika bayi kekurangan gizi, tubuhnya akan seperti “terprogram” untuk bertahan dengan asupan gizi yang kurang. Tetapi, ketika mereka kelak hidup dalam lingkungan dengan asupan gizi yang mudah diperoleh, berat badan mereka akan lebih mudah meningkat dengan cepat. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa anak yang stanting tidak dapat mengolah lemak dengan baik, seolah-olah tubuhnya kaget ketika ia mulai mengonsumsi makanan yang bervariatif selama ia tumbuh dewasa.

Selain oksidasi lemak yang rendah, anak yang obesitas biasanya mengalami beberapa gangguan seperti:

  1. Gangguan intoleransi glukosa yang dapat berujung pada penyakit diabetes,
  2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  3. Tingginya kadar lemak dalam derah
  4. Obstructive Sleep Apnea (OSA) di mana pernapasan anak terganggu karena dinding tenggorokan yang rileks, dan menyempit ketika sedang tidur.
  5. Perlemakan hati dan batu empedu
  6. Meningkatnya risiko penyakit jantung koroner

Demikianlah bagaimana obesitas berhubungan dengan stanting, dan ini menunjukkan bahwa stanting memang masalah gizi yang dampaknya sangat kompleks dan menyeluruh. Oleh karena itu, mari kita utamakan konsep gizi seimbang dan hidup yang bersih dari kuman agar kita dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak, cucu kita.

Demikianlah bagaimana obesitas berhubungan dengan stanting, dan ini menunjukkan bahwa stanting memang masalah gizi yang sangat kompleks dan memiliki dampak yang menyeluruh..

Sumber: The American Journal of Critical Journal -(http://ajcn.nutrition.org/content/72/3/702.full.pdf)

Cara Jitu Atasi Anak Gemuk

Cara Jitu Atasi Anak Gemuk

2 Sampai 3 Anak di Bawah 5 Tahun Meninggal Karena Pneumonia

2 Sampai 3 Anak di Bawah 5 Tahun Meninggal Karena Pneumonia