Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kenali Gejala Remaja Kurang Darah

Kenali Gejala Remaja Kurang Darah

healthliputan6comkurang-darah.jpg

Remaja bisa mengalami kurang darah. Apalagi pada remaja putri dimana mereka setiap bulannya mengalami menstruasi yang mengakibatkan kehilangan darah sehingga kadar Hb-nya menurun. Kurang darah merupakan suatu keadaan di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Kadar normalnya berbeda untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin. Untuk remaja batasan normalnya yaitu 12 g/dl.

Umumnya di Indonesia penyebab kurang darah pada anak dan remaja disebabkan oleh kekurangan zat besi. Hal ini disebabkan kurangnya asupan bahan makanan sumber zat besi dan protein. Maka itu sering disebut kurang darahnya dengan istilah anemia zat besi. Kemungkinan penyebab kurang darah lainnya yaitu akibat penyakit malaria. Ini terutama di daerah endemik malaria. Penyebab lainnya, bisa karena ada penyakit infeksi menahun atau berulang yang mengakibatkan kurangnya nafsu makan dalam jangka panjang.

Orangtua dapat mengenali kurang dari pada anak remaja dengan tanda atau gejala berikut ini :

  • Wajah kelihatan pucat.
  • Tampak tidak bugar.
  • Kurang nafsu makan.
  • Tidak semangat untuk melakukan aktivitas fisik.
  • Cepat merasa lelah.
  • Mata berkunang-kunang.
  • Konsentrasi belajar menurun.

Remaja yang mengalami kurang darah akibatnya akan menurun gairah belajarnya, aktivitasnya menurun, serta daya serap otak terhadap pelajaran pun berkurang. Maka itu, untuk mencegah dan mengatasi remaja kurang darah yang dapat dilakukan antara lain :

  • Pola makan bergizi seimbang, terutama makanan yang kaya sumber protein dan zat besi seperti hati, daging, unggas, telur, sayur, buah-buahan berwarna, dan kacang-kacangan.
  • Mengonsumsi suplemen zat besi atau tablet tambah darah serta zat gizi mikro lain seperti asam folat, kalsium, vitamin B, zink, selenium, magnesium, dan vitamin C.
  • Jika orangtua mengetahui adanya tanda-tanda kurang darah pada remaja, segera periksakan ke petugas kesehatan.
Indonesia Perlu Investasi Gizi

Indonesia Perlu Investasi Gizi

Remaja, Kok, Bisa Kurang Gizi?

Remaja, Kok, Bisa Kurang Gizi?