Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kenali Gejala Campak pada Anak

Bila anak sakit dan pada tubuhnya tampak bercak kemerahan, lantas orangtua mengatakan anaknya terkena campak. Apakah memang demikian dan seperti apa saja gejala yang memang harus diwaspadai orangtua? Gejala campak pada anak bisa dikenali dari beberapa tanda antara lain: anak mengalami demam tinggi hingga 40 derajat Celcius. Matanya tampak merah dan hidungnya meler. Dua hari kemudian muncul bintik putih kecil di selaput pipi dalam rongga mulutnya.  Selanjutnya, muncul ruam berwarna kemerahan dengan bentuk mendatar atau menonjol mulai di wajah, di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam dua hari ruam merah ini akan menyebar ke tubuh, lengan, dan tungkai. Anak juga sering mengeluhkan adanya rasa gatal.

Penyakit ini sangat menular. Penyebabnya adalah virus campak yang ditularkan melalui percikan ludah maupun kontak langsung dengan penderita. Masa infeksinya 4 hari sebelum munculnya ruam kemerahan dan timbulnya gejala sekitar 8-14 hari setelah anak terinfeksi. Biasanya setelah muncul ruam kemerahan, 3-5 hari kemudian suhu tubuh akan menurun. Anak akan mulai merasa membaik dan ruam akan menghilang perlahan.

Namun, keparahan penyakit campak juga bisa terjadi dan sangat bervariasi. Risiko ini terutama pada balita, lingkungan yang terlalu padat, anak yang malnutrisi (terutama yang kekurangan vitamin A) dan mereka yang mempunyai kelainan kekebalan tubuh. Komplikasi yang sering terjadi adalah radang telinga bagian tengah, radang saluran pernapasan bagian atas dan bawah, pneumonia. Bahkan, pada kasus campak yang sangat berat dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak) dan kematian.

Sebetulnya, tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Untuk menurunkan demam, diberikan obat penurun panas. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Selain itu,  anak yang terkena campak disarankan istirahat minimal 10 hari, makan makanan bergizi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Penyembuhan penyakit ini juga akan lambat pada anak yang kekurangan vitamin A. Maka itu, pemberian sebanyak 2 kali dosis tinggi vitamin A dianjurkan saat penyakit teridentifikasi dan diulang sehari kemudian. Dosis yang dianjurkan adalah 50,000 IU untuk bayi usia ≥12 bulan. Pada anak yang menunjukkan tanda-tanda kekurangan vitamin A (Bitot's spot), dosis ketiga dapat diberikan 4 – 6 minggu kemudian.

Orang yang terkena campak umumnya akan kebal dari campak seumur hidupnya. Bayi baru lahir mendapatkan kekebalan campak dari ibunya (selama 6-9 bulan), dan kemudian dari imunisasi campak. Maka itu, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi campak termasuk yang rentan terkena campak.

 

Amankah Anak Diimunisasi Saat sedang Sakit?

Amankah Anak Diimunisasi Saat sedang Sakit?

Setelah Usia Bayi, Penting Pemberian Imunisasi Lanjutan