Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kenali Gejala Anak Terkena Difteri

Kenali Gejala Anak Terkena Difteri

andikafmcom.jpg

         Anak tiba-tiba saja demam dan mengeluhkan sakit tenggorokan. Adakalanya tampak pula ada pembengkakan kelenjar pada bagian leher. Selain itu, jika dilihat bagian dalam mulutnya ada semacam selaput putih kotor pada tenggorokan dan tonsilnya. Perlu diwaspadai, selaput ini bisa menutup jalan nafas anak. Pada kasus berat, racun difteri dapat merusak otot jantung sehingga mengakibatkan gagal jantung. Difteri ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bagian tubuh yang diserang terutama adalah tenggorokan dan saluran nafas bagian atas. Penyakit ini mudah menular. Umumnya melalui percikan ludah dari penderita.

Bila orangtua mengenali gejala difteri pada anak, sebaiknya bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Sebetulnya, pencegahan dapat dilakukan dan yang paling efektif pada anak yaitu dengan imunisasi. Maka itu, penting diberikan vaksin difteri.

Pada program imunisasi oleh pemerintah, pemberian vaksin difteri dikombinasikan dengan vaksin pertusis, tetanus, hepatitis B dan hemofilus influenza tipe b, yang dikenalnya dengan imunisasi  DPT-HB-Hib.

Pemberian imunisasi ini dilakukan sebanyak 3 kali, pada umur bayi 2, 3 dan 4 bulan. Imunisasi ini disuntikkan di paha kiri atau kanan secara bergantian ketika jadwal imunisasi. Biasanya pemberiannya dilakukan lagi pada usia 18 bulan untuk meningkatkan kekebalan pada anak. Selanjutnya juga diperlukan imunisasi ulangan pada anak sekolah dengan vaksin DT dan Td.

Perlu diketahui pula, setelah imunisasi DPT-HB-Hib kadang-kadang anak mengalami demam, nyeri dan bengkak ringan pada tempat suntikan. Tak perlu khawatir karena akan hilang dengan sendirinya dalam 2-3 hari. Untuk mengatasi demamnya bisa diberikan obat penurun panas.

 

 

Bahaya Luka Terinfeksi Bisa Tetanus

Bahaya Luka Terinfeksi Bisa Tetanus

Pencegahan dan Penanganan TB Pada Anak

Pencegahan dan Penanganan TB Pada Anak