Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kenali Diabetes Melitus Pada Anak

Kenali Diabetes Melitus Pada Anak

diabetes-merdeka-com.jpg

Diabetes Melitus (DM) lebih dikenal dengan nama penyakit kencing manis. Secara garis besar ada dua jenis yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Pada anak lebih sering ditemukan DM tipe 1, meskipun akhir-akhir ini DM tipe 2 dilaporkan mulai meningkat. Diabetes Melitus tipe 1 ditandai dengan kurang atau tidak adanya hormon insulin dan meningkatnya kadar gula darah. Keadaan ini disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas akibat reaksi autoimun.

Hormon insulin diperlukan tubuh untuk mengatur kadar gula darah agar tubuh dapat menggunakan glukosa atau gula sebagai sumber energi. Bila insulin tidak ada atau berkurang, maka gula tidak dapat digunakan oleh sel tubuh dan kadar gula darah akan meningkat.

Diabetes Melitus tipe 2 lebih disebabkan oleh resistensi insulin sehingga terjadi kadar insulin tinggi. Sebenarnya, kadar ini masih dapat normal, namun terjadi kekurangan/ketidakpekaan terhadap insulin, sehingga diperlukan kadar insulin lebih tinggi untuk mencapai kadar gula darah normal.

Selain dapat berdiri sendiri, DM tipe 2 juga merupakan bagian dari sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah keadaan yang ditandai oleh 3 hal, yaitu (1) kegemukan (obesitas), (2) tekanan darah tinggi, dan (3) gangguan kadar lemak darah (kadar trigliserida tinggi dan kolesterol HDL rendah). Keadaan tersebut merupakan faktor risiko terjadinya penebalan dinding pembuluh darah (aterosklerosis) dan penyakit jantung koroner.

Gejala penyakit Diabetes Melitus ini  tampak dari keadaan yang ditimbulkan akibat kadar gula darah yang tinggi. Antara lain, merasa haus dan lapar terus. Karena banyak minum maka akan banyak pipis. Namun, meskipun banyak makan tapi berat badannya tidak naik-naik, mungkin terjadi penurunan berat badan. Selain itu, merasa lelah dan lemas tak berenergi, terkadang pandangan juga kabur. Pada anak gejala seperti ini mesti dicermati. Biasanya untuk lebih memastikan diabetes perlu membawanya ke dokter.

(Sumber : idai.or.id, dan  berbagai sumber).

 

Anak Stanting Berisiko Diabetes

Anak Stanting Berisiko Diabetes

ASI Cegah Risiko Diabetes pada Anak

ASI Cegah Risiko Diabetes pada Anak