Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kenali 5 Masalah Kulit pada Balita

Kenali 5 Masalah Kulit pada Balita

10556-6png.png

Masalah kulit pada balita sering dikeluhkan oleh para orangtua. Karena cukup mengganggu, anak menjadi lebih rewel karena rasa gatal dan pedih yang ditimbulkannya. Kulit anak memang cukup rentan untuk terkena masalah. Padahal kulit merupakan cermin kesehatan pula. Jika ada masalah kulit, meski kelihatannya sepele sebaiknya tidak didiamkan atau dianggap remeh. Lama kelamaan bisa bertambah parah dan mungkin bisa membahayakan. Berikut beberapa penyakit kulit yang paling sering dialami anak :

  1. Ruam

Selepas usia bayi, masih ada saja orangtua yang mengenakan anaknya pospak (popok sekali pakai). Padahal anak sudah harus diajarkan toilet learning. Pada anak-anak yang menggunakan pospak jika tidak dijaga kebersihan kulit di sekitar daerah yang tertutup pospak, kulitnya akan bermasalah. Misalnya di daerah sekitar bawah perut, lipatan selangkangan, daerah sekitar kemaluan, dan dubur/pantat. Kulit di area ini rawan mengalami ruam kulit.

Gejala ruam ini akan tampak kulit berwarna kemerahan. Lama kelamaan bisa terjadi iritasi menjadi lecet atau luka. Adakalanya disertai pula dengan kondisi basah disekitar luka/lecet tersebut dan tampak bengkak. Ini akan terasa pedih.

Cara mengatasinya, bersihkan dengan air hangat  daerah ruamh tersebut dan keringkan. Bebaskan anak dari penggunaaan pospak. Ajarkan anak toilet learning hingga ia bisa lepas dari pospak. Penggunaan lotion/salep untuk ruam sebaiknya sudah dikonsultasikan dokter. Jika ruam masih kurang membaik sebaiknya segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan.

  1. Biang Keringat

Usia anak sudah banyak beraktivitas sehingga produksi keringat pun dapat berlebih. Belum lagi cuaca panas, pakaian yang kurang longgar membuat anak mudah berkeringat dan basah pakaiannya. Akibatnya bisa muncul biang keringat di daerah-daerah lipatan seperti leher, ketiak, dan di daerah yang tertutup pakaian seperti punggung dan dada.

Biang keringat ini akan tampak kemerahan pada kulit dan disertai bitnik-bintik kecil bergelembung. Rasanya gatal sekali. Jika anak menggaruknya dapat menimbulkan iritasi atau luka, dan akan terasa sakit. Bila kuman masuk bisa menyebabkan infeksi pada kulit.

Cara mengatasi biang keringat ini dengan menjaga kebersihan kulit dengan mandi sehari dua kali. Jika anak berkeringat, lap tubuhnya dengan air bersih dan keringkan. Sering-sering mengganti baju anak bila berkeringat. Hindari berada pada kondisi udara panas dan gunakan baju yang longgar serta dari bahan yang mudah menyerap keringat, seperti katun. Bila sampai ruam kulit ini mengalami iritasi, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pengobatan.

  1. Eksim

Eksim pada anak bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Ada dua jenis eksim yang bisa dialami yaitu eksim basah dan kering. Pada eksim basah gejalanya antara lain, kulit tampak kemerahan dan ada peradangan dengan timbulnya gelembung kecil yang mengeluarkan cairan/nanah, dan kerak. Kondisi ini rentan masuknya kuman yang dapat menimbulkan infeksi. Sementara pada eksim kering tampak kulit kering dan seperti bersisik. Pada bagian kulit yang terdapat eksim basah atau kering, anak merasakan gatal sekali.

Eksim biasanya dialami pada anak yang mempunyai riwayat alergi. Pencetus eksim pada setiap anak berbeda-beda, bisa karena makanan tertentu atau bahan tertentu yang mengenai kulit anak. Anak yang mempunyai eksim sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang dapat mengatasi alerginya dan mengurangi peradangan pada kulitnya.

  1. Bisul

Selama ini sering dikatakan bahwa anak yang mengalami bisul dikarenakan kebanyakan mengonsumsi telur. Hal ini tidak benar. Bisul terjadi karena adanya peradangan pada kulit yang disebabkan kuman bakteri. Lokasinya bisa di mana saja pada bagian tubuh. Gejalanya ada benjolan kecil berwarna agak kemerahan dan mengandung nanah. Lama kelamaan akan muncul bintik di dalam benjolan tersebut yang diistilahkan dengan ‘mata.’ Benjolan bisul ini rasanya nyeri.

Untuk mengobati bisul yang meradang ini ada yang menggunakan olesan dari bawang putih yang dihaluskan atau air rebusan daun sirih. Lama kelamaan benjolan ini akan pecah dengan sendirinya. Jadi, jangan dipaksa untuk pecah. Setelah pecah, bersihkan daerah kulit bekas bisul tersebut dengan air hangat, kemudian beri antiseptik. Bila bisul yang dialami anak tidak membaik atau malah bertambah parah, sebaiknya bawa segera ke dokter.

  1. Infeksi jamur kulit

Biasanya ditemui di daerah sekitar pipi, mulut, atau lidah dengan bercak putih dan sedikit timbul. Bisa juga ditemui pada tubuh di daerah lipatan-lipatan  yang lembab seperti selangkangan, atau bokong gan tertutup pospak. Biasanya ditemui pada anak yang gemuk dan sering berkeringat. Infeksi jamur kulit ini umumnya disebabkan jamur candida.

  Mencegah infeksi jamur pada kulit dengan menjaga kebersihan tubuh seperti mandi sehari dua kali, sering mengganti baju bila basah karena keringat, dan sebagainya. Bila anak mengalami infeksi jamur sebaiknya orangtua membawanya ke dokter untuk dilakukan pengobatan. Dikhawatirkan, jika tidak diatasi dan berlarut-larut didiamkan, maka  infeksinya bisa meluas pada bagian tubuhnya.

Angka Stanting di Peru Turun dari 29% ke 14% - Apakah Kunci Sukses Mereka?

Angka Stanting di Peru Turun dari 29% ke 14% - Apakah Kunci Sukses Mereka?

Kenali Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Kenali Tanda Penyakit Jantung Pada Anak