Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Ke Posyandu, Saya Bawa Mandau!
posyandumandau1.png

Mandau adalah sebuah senjata khas suku Dayak, Kalimantan. Mandau biasanya dipergunakan sebagai senjata berburu, pertarungan atau alat untuk melindungi diri. Namun apakah pernah terbayangkan, jika Mandau yang dipergunakan untuk bertarung, justru dibawa setiap ke Posyandu?

Mengapa?

Mbak Indri (28) dengan nama lengkapnya Theresia Indriani Pratiwi, selalu membawa Mandau setiap berkunjung ke Posyandu. Mandau sepanjang 30 centimeter dengan gagah tergantung dipinggangnya setiap ia berkunjung ke Posyandu.

“Di daerah penempatan ini (Kapuas tengah), adalah wilayah yang tidak mudah,” Indri mulai bercerita kepada Gizi Tinggi, “Semua desa berada di wilayah ini adalah desa terpencil, banyak desa (posyandu) sulit dijangkau dan menempuh perjalanan yang jauh. Maka diharuskan kita pintar untuk menjaga diri dari kemungkinan kejahatan yang bisa terjadi.”

Indri adalah fasilitator program Kampanye Gizi Nasional (KGN) di Kecamatan Kapuas Tengah. Wilayah kerja Indri, merupakan wilayah desa terpencil yang terdiri dari 13 desa, yang mayoritas masyarakat dari suku Dayak Kapuas. Masyarakat masih dengan kuat melakukan kebiasaan ritual adat lokal, termasuk juga dalam perilaku penanganan kesehatan ibu dan anak.

Program Kampanye Gizi untuk mencegah stanting ini di prakarsai atas kerjasama antara Kemenkes dan Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-I). Medan yang berat, dengan akses wilayah yang lumanyan sulit membuat tantangan tersendiri dalam pekerjaan Indri.

“Biasanya saya di jalan melewati hutan atau jalan yang sepi. Berteriak pun tidak ada orang mendengar, maka saya harus siap, melindungi diri dengan membawa Mandau untuk berjaga – jaga, kalau-kalau dihadang orang mabuk dijalan, misalnya,”cerita Indri.

Permasalahan stanting bisa disebabkan berbagai faktor; faktor pengetahuan dan perilaku yang kurang tepat, merupakan salah satu faktor dominan pemincu terjadinya stanting. Masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, dengan layanan kesehatan yang minim serta kurangnya informasi kesehatan membuat kondisi stanting semakin parah. Oleh karena itu, Dibutuhkan terobosan khusus untuk menangani kondisi ini.

Kehadirian Indri, tanpa sadar telah memberikan semangat dan dorongan baru. Hal ini dirasakan baik oleh petugas kesehatan, kader kesehatan dan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Bidan Betrisia, Amd, Keb, yang seorang bidan di desa Pujon, “Indri menjadi teman bertimbang, membantu kami jadi semangat dan juga berkeluh kesah saat lelah”.

“Posyandu di laksanakan di Pustu atau di rumah warga, namun sering saat hujan, posyandu seringkali terendam banjir, tetapi bidan dan kader mempunyai dedikasi yang tinggi maka tetap diadakan,” cerita Ibu Dewy Supriyani, Amd, yang juga seorang bidan di Desa Penda Muntei. Semangat bidan dan kader tersebut yang medorong Indri untuk tetap gigih bekerja menghadapi semua resiko yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan kampanye pencegahan stanting.

Aktifitas Posyandu di desa Muntei ©IMA/Indri

Hasil kegigihan Indri mulai membuahkan hasil. Kini, sudah tercatat sebanyak 13 posyandu yang melakukan kegiatan pelayanan pada masyarakat secara rutin setiap bulan. Sebanyak 9  kelas ibu berjalan untuk membantu ibu hamil dan balita serta berpuluh-puluh kegiatan konseling (kunjungan rumah) yang menyasar pada ibu hamil (mencegah kehamilan berisiko) juga telah  dilakukan oleh Bidan.

Tidak mudah, berbahaya dan berisiko, namun dengan ketulusan dan kegigihan untuk menyelamatkan masa depan Balita, menjadi bekal Indri untuk menghadapi semua risiko.

Doa yang terbaik dan salut untuk Indri selalu.

Lomba Foto "Kartini di Posyandu"

Lomba Foto "Kartini di Posyandu"

Apa Bedanya Depresi Pasca Kehamilan dan Baby Blues?

Apa Bedanya Depresi Pasca Kehamilan dan Baby Blues?