Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kasus Bebiluck: Ibu Harus tetap Waspada

Kasus Bebiluck: Ibu Harus tetap Waspada

img_48202570170156.jpeg

Kegiatan PT Hassana Boga Sejahtera yang memproduksi makanan untuk bayi, Bebiluck, di kawasan industri Taman Tekno, Tangerang Selatan, dihentikan sementara oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banten mulai Kamis (15/9/2016) kemarin.

Dalam inspeksi mendadak kemarin, BPOM mendapati produk Bebiluck belum memiliki izin produksi dan izin edar.

Tetapi, juga banyak spekulasi yang muncul dari masyarakat bahwa BPOM sengaja mempersulitkan perizinian Bebiluck. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito membantah tuduhan bahwa pihaknya mempersulit izin Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penny mengatakan, bahwa BPOM selalu melakukan pembinaan, pendampingan, dan kebijakan yang berpihak kepada UMKM.

"Pembinaan dimaksud untuk memahami dan menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB), regulatory assistance untuk memahami dan menerapkan ketentuan secara konsisten agar produk yang dihasilkan memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi, termasuk melakukan pendampingan untuk proses pendaftaran pangan di BPOM," kata Penny saat menggelar konferensi pers di gedung BPOM Percetakan Negara.

Namun demikian, demi perlindungan konsumen, maka BPOM harus mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berisiko bagi kesehatan konsumen mengingat produk MPASl merupakan golongan pangan risiko tinggi, dengan target konsumen bayi dan anak usia enam bulan sampai dua tahun yang tergolong rentan.

Produk MPASI dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak dari sisi gizi makro maupun mikro seperti energi, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Persyaratan bahan baku dan bahan lainnya, bentuk, tekstur dan persyaratan ditentukan agar sesuai dengan kondisi bayi dan anak. Selain itu, diatur pula persyaratan yang terkait dengan kemasan dan label.

Yang tidak kalah penting adalah diaturnya persyaratan keamanan, termasuk persyaratan produksi untuk memenuhi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Oleh karena itu, produk ini harus didaftarkan ke Badan POM, bukan sebagai produk Pangan industri Rumah Tangga (PlRT).

Sebelumnya, pada tanggal 15 September 2016 lalu, tim gabungan dari Kepolisian, Kejaksaan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang, Banten menggerebek pabrik Bebiluck. Penggerebekan dilakukan setelah dilakukan investigasi selama dua bulan. Menurut BPOM, Makanan Pendamping ASI (MPASI) itu belum memiliki izin edar dari lembaganya. Tak hanya itu, setelah dilakukan uji laboratorium ternyata dalam makanan ini ada bakteri E coli dan bakteri Coliform yang melampaui ambang batas. Bakteri ini dapat menimbulkan diare dan gangguan pencernaan pada bayi mengingat pencernaan bayi sangat rentan terserang bakteri.

Oleh karena itu, para ibu harus tetapi siaga dalam memilih MPASI untuk si kecil. Dan akhirnya, sesuai yang direkomendasikan WHO MPASI olahan rumahan lah yang paling terbaik untuk anak.

Sumber: Kompas.com, Viva.co.id

Kenali Makanan yang Dapat Meredakan Nyeri saat Bayi Tumbuh Gigi

Kenali Makanan yang Dapat Meredakan Nyeri saat Bayi Tumbuh Gigi

Generasi Sehat untuk Menyambut Bonus Demografi

Generasi Sehat untuk Menyambut Bonus Demografi