Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kapan Saat Tepat Konsumsi Tablet Tambah Darah?

Kapan Saat Tepat Konsumsi Tablet Tambah Darah?

tipskesehatan.blogspot-com.jpg

Program pemberian tablet tambah darah (TTD) sudah dilakukan sejak 1970. Namun faktanya, kepatuhan ibu hamil untuk minum tablet tambah darah cuma berkisar 18 % saja walaupun ibu yang menerima TTD di atas 90%. Bukti dari Riskesdas ini juga menambahkan, hal ini sangat disayangkan karena ada 37.1% ibu hamil yang masih mengalami anemia. Tablet Tambah Darah adalah tablet besi folat. Tablet ini bisa mengurangi risiko saat ibu bersalin, menurunkan risiko melahirkan prematur, dan bayi berat badan lahir rendah.

Menurut dr. Adhi Sanjaya, MSc-IH dari Micronutrient Initiative, ibu harus minum tablet tambah darah mulai dari awal kehamilan hingga 42 hari setelah melahirkan  secara teratur (minimal 90 tablet). Mengapa? Karena ibu hamil membutuhkan tambahan darah untuk menyuplai oksigen dan makanan untuk bayi di kandungan. Jika kekurangan, ibu akan merasa letih, lemah, dengan gejala pusing dan bibir yang pucat.

“Kemauan untuk makan tablet tambah darah di Indonesia masih rendah. Apalagi mereka punya stigma, ini obat gratis,” ujar dr Adhi. Alasan lain, tablet tambah darah juga memicu rasa mual. Maka itu disarankan untuk diminum menjelang tidur. Contohnya, jika ibu makan malam pada pukul 19.00 atau 20.00, maka tablet tambah darah bisa diminum pada pukul 22.00. Tablet ini lebih baik diproses saat perut kosong.

(Sumber: SPAG Surabaya, WHO International)

Bank Dunia Khawatir Balita Kurang Gizi di Indonesia

Bank Dunia Khawatir Balita Kurang Gizi di Indonesia

Empat Alasan Penting Anak Harus Dibiasakan Sarapan

Empat Alasan Penting Anak Harus Dibiasakan Sarapan