Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kapan Mengajarkan Anak Toilet Training?

Kapan Mengajarkan Anak Toilet Training?

idai-or-id-toilet-training.jpg

Seringkali orangtua masih memakaikan diapers pada anaknya yang batita dalam kesehariannya. Karena khawatir dengan buang air kecil dan besarnya yang masih belum dapat terkendali dengan baik. Kapan sebaiknya orangtua mulai mengajarkan si kecil toilet training? Ibu bisa mencoba melepaskan si kecil dari diapers. Hanya saja, perlu dipersiapkan celana atau baju ganti yang lebih banyak dan juga sering membersihkannya setiap kali ia pipis atau buang air besar. Ajarkan si kecil untuk bilang pada orangtua atau pengasuhnya bila ia ingin pipis atau buang air besar. Jika dia berhasil melakukannya, beri dia bintang atau stiker untuk memotivasi perilakunya. Jika dia masih gagal, tak perlu memarahi atau memberinya hukuman. Tetap ulangi terus memotivasinya. Hal itu bukan berarti ia mengalami kemunduran atau kehilangan minat untuk melakukannya.  Kejadian tersebut merupakan hal wajar yang akan dialami si kecil saat belajar toilet training.

Bagi anak yang sudah lebih besar, selain diajarkan untuk mengatakan setiap kali dia ingin pipis atau buang air besar, juga ajarkan langsung untuk pergi ke toilet. Persiapkan pula tempat untuk langkahan kakinya agar ia dapat mencapai tempat dudukan kloset. Juga disiapkan tempat dudukan yang sesuai dengan tubuhnya sehingga anak merasa nyaman ketika duduk di kloset. Jika orangtua telah mengajarkannya dan anak berhasil melakukannya, jangan lupa beri pujian untuk memotivasi perilaku tersebut.

Jadi, waktu terbaik mengajarkan anak toilet training yaitu ketika anak sudah siap untuk melakukannya. Tak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa mengajarkan toilet training di usia lebih dini akan lebih bermanfaat ketimbang di usia anak yang lebih besar. Tidak demikian, karena kemampuan setiap anak berbeda-beda. Sebetulnya, dengan memulai melatihnya di usia lebih dini, orangtua mempunyai banyak kesempatan dan waktu yang lebih panjang dalam mengajarkan proses toilet training tersebut. Kebanyakan anak umumnya dapat memperlihatkan kesiapannya dalam toilet training di usia 18 bulan dan 3 tahun. Hal yang perlu diingat orangtua dalam mengajarkan toilet training yaitu harus berulang-ulang dan juga konsisten agar tidak menimbulkan kebingungan pada anak.

 

Tips Perah ASI Saat Dalam Perjalanan Mudik

Tips Perah ASI Saat Dalam Perjalanan Mudik

Dinkes Jatim Perhatikan Daerah Stanting

Dinkes Jatim Perhatikan Daerah Stanting