Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Kapan Anak Dapat Diberi Makan Ikan?
anak-makan-ikan.jpg

Ikan adalah salah satu sumber makanan yang kaya akan gizi dan vitamin untuk perkembangan anak. Bebera zat yang palig kuat dari ikan adalah omega 3 serta DHA dan EPA yang hanya ada di ikan dan tidak ada di sumber protein lainnya seperti daging dan unggas. Zat-zat tersebut sangat penting untuk pertumbuhan otak dan mata anak sehingga ia akan tumbuh sehat dan pintar. Selain itu, ada juga vitamin D, kalsium dan fosfor yang penting bagi kesehatan tulangnya. Tapi, sayangnya pemberian ikan dalam menu MPASI masih sering dihindari oleh para ibu. Banyak sekali mitos sekitar menu ikan sehingga si kecil tidak mendapatkan manfaat yang penting untuk pertumbuhannya. Banyak dari antara lain adalah aroma ikan yang amis, khawatir akan duri ikan yang halus, risiko alergi dan kurangnya informasi tentang jenis-kenis ikan yang bisa diberikan pada bayi.

Sekarang kita sudah tahu manfaat dari ikan, berikutnya adalah kapan usia yang tepat untuk memberi si kecil ikan dan apalah jenis-jenis ikan yang cocok untuk dikonsumsinya? Ibu dan ayah dapat mulai mengenalkan ikan saat ia beranjak usia 8 bulan dan seterusnya. Konsumsi ikan sebaiknya dijalani dengan teratur, dengan 1 sampai 2 porsi per hari. Tapi, ibu juga harus memperhatikan langkah-langkah menyiapkan ikan seperti berikut:

  • Jangan terlalu buru-buru untuk memberinya ikan yang mentah seperti tuna dan salmonmentah yang sering ada di sushi. Mengapa? Karena sebaik-baiknya ikan untuk kesehatannya, ikan yang mentah masih bisa terkontaminasi oleh bakteri yang belum mati, bahan kimia, bahkan juga merkuri. Merkuri sangatlah berbahaya jika ada telalu banyak dalam darah sehingga merusak sistem saraf yang lagi berkembang.
  • Oleh karena itu, cuci ikan dengan baik walaupun ikan dibeli di supermarket untuk membersihkan kuman atau bakteri yang masih hinggap di ikan.
  • Setelah itu, masak ikan sampai sepenuhnya matang untuk memastikan bakteri yang ada sudah mati.
  • Bagian ikan juga bisa direbus dalam air untuk diambil air kaldunya
  • Daging ikan bisa dikukus, dibuat abon, dipanggang dan sebagainya
  • Berikan porsi ikan yang bisa dicampur dengan nasi dan sayur dengan porsi kecil terlebih dahulu, sehingga ibu dapat melihat apakah ada tanda-tanda alergi atau tidak.
  • Jika ibu benar-benar ingin menghindari alergi, masih ada pilihan ikan tawar yang sama manfaatnya dengan ikan laut seperti, gabus, gurame atau mujair.
  • Berikan anak berbagai jenis ikan satu per satu agar ia bisa mengenal aroma, rasa dan tekstur dari ikan dengan baik.
  • Campurkan daging atau filet ikan yang sudah diolah ke dalam bubur, dibuat nasi tim, atau lauk nasi bila ia sudah mulai mengonsumsi makanan keluarga di usia 1 tahun ke atas.
  • Jangan lupa untuk mencatat menu yang diberikan pada anak, sehingga bisa muncul alergi pada bayi dan anak bisa diketahui segera.

Selamat mencoba!

Sumber: Parenting.co.id

Selamat Hari Kesehatan Dunia!

Selamat Hari Kesehatan Dunia!

Mengenal Alergi Seafood pada Anak

Mengenal Alergi Seafood pada Anak