Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Jika Ibu Atau Bayi Sedang Sakit, Haruskan Berhenti Menyusui ?

Jika Ibu Atau Bayi Sedang Sakit, Haruskan Berhenti Menyusui ?

mudahnya-memberikan-obat-pada-buah-hati-yang-sedang-sakit.jpg

Selama ini, banyak para ibu  telah salah memutuskan harus berhenti menyusui, misalnya karena harus ibu minum obat, hal ini dikarenakan, bisa mendatangkan risiko pada bayi. Namun selanjutnya, pertanyaan dasar pada keputusan ini adalah : Apakah penambahan sejumlah kecil obat yang disalurkan dari ibu ke pada bayi melalui ASI membuat menyusui lebih berbahaya daripada susu formula? Jawabannya adalah hampir tidak tentunya. Memberikan ASI hampir selalu lebih aman, dalam kondisi apapun. Dengan kata lain, yang perlu menjadi perhatian bagi para ibu yang menyusui, adalah bukan berhenti menyusui, namun harus mencari yang tepat dan berhati-hati agar dapat terus menyusui, dan tidak berhenti. Pertimbangan ini juga perlu dilakukan ketika ibu atau bayi sakit.

Menyusui ketika ibu sedang sakit

Sangat sedikit penyakit yang dialami para ibu  dapat membuat  ibu harus berhenti menyusui. Hal ini umumnya berlaku  untuk penyakit akibat infeksi pada ibu. Infeksi adalah jenis yang paling umum dari penyakit yang menyebabkan ibu disarankan untuk berhenti memberi ASI. Virus menyebabkan sebagian besar infeksi, dan sebagian besar infeksi karena virus yang adalah paling menular. Pada saat ibu mengalami demam (atau pilek, atau diare, atau batuk, atau ruam, atau muntah dll), dia mungkin sudah telah menularkan penyakit pada bayi. Namun, disisi lain menyusui melindungi bayi terhadap infeksi, dan oleh karena itu ibu harus terus menyusui, dengan tujuan untuk melindungi bayi. Seringkali terjadi, pada saat  ibu sakit namun bayi tidak mengalami sakit sama sekali, hal ini tidak mengherankan, dikarenakan bayi telah mendapatkan perlindungan dari antibodi yang disalurkan oleh ibu melalui ASI yang diberikan secara terus -menerus.

HIV (rekomendasi baru dari WHO)

WHO  merekomendasikan bahwa semua ibu, tanpa memandang status HIV mereka, sebaiknya memberikan ASI eksklusif - yang berarti tidak cairan atau makanan yang diberikan lain selain ASI dalam enam bulan pertama. WHO juga  menyarankan ibu dengan  HIV-positif dan bayi mereka mendapatkan konsumsi obat antiretroviral selama periode menyusui dan sampai bayi berusia 12 bulan. Ini berarti bahwa anak bisa mendapatkan keuntungan dari menyusui dengan sangat sedikit risiko terinfeksi HIV. Dengan pemberian obat-obatan antiretroviral, menyusui dibuat secara lebih aman dan "keseimbangan risiko" antara menyusui dan makan pengganti berubah secara fundamental. Sebuah keuntungan tambahan utama dari rekomendasi ini adalah bahwa kesehatan ibu juga dilindungi untuk proporsi yang lebih besar dari perempuan yang terinfeksi HIV.

Permasalahan pada payudara ibu

Mastitis (infeksi payudara) bukanlah alasan untuk berhenti menyusui. Bahkan, payudara cenderung sembuh lebih cepat jika ibu terus menyusui pada sisi yang terkena abses. Jika ibu mengalami operasi, namun tidak setiap operasi membutuhkan keputusan untuk berhenti menyusui.

Kehamilan baru

Tidak ada alasan bahwa para ibu tidak dapat melanjutkan menyusui jika hamil lagi. Tidak ada bukti bahwa menyusui saat hamil dapat membahayakan untuk ibu dan janinya. Jika ibu hamil ingin berhenti, sebaiknya dilakukannya perlahan-lahan, meskipun seringkali karena kehamilan dikaitkan dengan pasokan susu menurun dan bayi mungkin berhenti sendiri.

Penyakit pada bayi

Menyusui jarang perlu dihentikan untuk  bayi yang sakit. Dengan menyusui, ibu mampu menenangkan sang anak yang sakit, dan juga membuat ibu merasa lebih nyaman. Berikut adalah beberapa penyakit yang umum terjadi pada bayi:

Diare dan muntah. Perlu diketahui bahwa infeksi usus sangat jarang pada bayi yang mendapat ASI eksklusif. Meskipun begitu buang air besar encer sangat umum dan normal pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Pengobatan terbaik untuk kondisi ini adalah untuk melanjutkan menyusui, bayi akan lebih baik lebih cepat sembuh dengan mendapatkan ASI. Bayi akan mendapatkan pengganti cairan yang hilang dan juga larutan elektrolit. Namun hal ini tidak berlaku pada dalam kasus kesakitan yang luar biasa.

Penyakit pernafasan. Ada mitos yang mengatakan bahwa susu tidak harus diberikan kepada anak-anak dengan infeksi saluran pernapasan. Mitos ini  benar untuk susu formula, namun itu pasti tidak benar untuk ASI.

Pada saat bayi yang sakit tidak perlu  mengurangi pemberian ASI, namun justu memberikan dalam jumlah yang lebih banyak.

Sumber : www.nbci.ca. Dr. Jack Newman's Guide to Breastfeeding Breastfeeding and Illness (You Should Continue Breastfeeding (2)
Gambar:https://www.google.co.id/search?q=ASI+dan+penyakit&espv=2&biw=1280&bih=619&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjY7duhs8fNAhVHQI8KHTjlB-cQ_AUIBigB#tbm=isch&q=bayi+sakit&imgrc=hS2fIfAK6jwBOM%3A

Cara Membedakan Vaksin Asli Atau Palsu

Cegah Stanting dengan Pemberian MPASI Tepat

Cegah Stanting dengan Pemberian MPASI Tepat