Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Jangan Anggap Sepele Kurang Darah pada Ibu Hamil

Jangan Anggap Sepele Kurang Darah pada Ibu Hamil

78491-bantu-atasi-anemia-saat-kehamilan-dengan-susu-ibu-hamilpng.png

Pernah, kan mendengar pujian orang pada ibu hamil dengan mengatakan misalnya, “Wah tambah cantik, ya” atau “Wah, saat hamil kelihatannya lebih segar.” Senang bukan perasaan ibu hamil mendapat pujian tersebut? Tapi bagaimana kalau ada orang yang mengatakan, “Kok, lagi hamil pucat sekali?” Sudah tentu, ibu hamil harus mawas diri bahwa ada sesuatu pada dirinya yang harus menjadi perhatian.  Apalagi selain wajah yang pucat, ibupun merasakan gejala pada dirinya seperti cepat lelah, lesu dan lemah, kurang nafsu makan, sering pusing, dan mata berkunang-kunang.  Lalu, ketika melakukan pemeriksaan kehamilan ternyata berat badan ibu tidak naik-naik. Nah, bila semasa hamil ibu merasakan gejala seperti itu, bisa jadi ibu memang mengalami kurang darah atau anemia. Mengapa ibu hamil bisa mengalami kurang darah?

Ibu hamil dikatakan mengalami kurang darah bila kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari normal. Batasan normalnya yaitu 11 g/dl. Kurang darah pada ibu hamil sering terjadi, karena cairan darah dalam tubuh ibu hamil meningkat, disebabkan tubuh memerlukan tambahan darah untuk menyuplai oksigen dan makanan bagi pertumbuhan janin. Karena itu sel darah merah perlu diproduksi lebih banyak dengan memanfaatkan protein dan zat besi dari makanan.

Jika kadar Hb dalam darah kurang dari normal, maka kemampuan darah dalam menyuplai oksigen dan makanan melalui plasenta ke janin menjadi terganggu. Akibatnya akan berdampak pada gangguan tumbuh kembang janin, baik pada pertumbuhan sel tubuh maupun sel otaknya. Akibat lainnya, bayi lahir belum cukup bulan, bayi lahir dengan berat badan rendah, atau bahkan bisa lahir mati. Pada ibu hamil sendiri dampaknya bisa mengalami keguguran dan saat bersalin dapat berisiko mengalami perdarahan. Maka itu, jangan anggap sepele kurang darah pada ibu hamil.

Kondisi kurang darah pada ibu hamil  penyebabnya bisa beragam, antara lain :

  • Pola makan yang kurang beragam dan bergizi seimbang.
  • Kehamilan berulang dalam waktu singkat, sehingga tubuh ibu belum sempat memproduksi darah sebagai pengganti darah yang keluar saat melahirkan sebelumnya
  • Ibu mengalami penyakit kronis malaria (bisa terjadi di daerah yang endemik malaria).
  • Kondisi ibu mengalami kurang energi kronis (KEK).
  • Kehilangan zat besi berlebihan akibat kecacingan.

Untuk dapat mencegah dan mengatasi kurang darah semasa hamil maka perlu diupayakan antara lain :

  • Perbaiki pola makan ibu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang kaya protein, zat besi, asam folat, kalsium, vitamin A, dan vitamin B. Zat-zat gizi tersebut dapat diperoleh dari sumber makanan antara lain : hati, telur, ikan, daging, kacang-kacangan seperti tahu dan tempe, sayuran hijau, dan buah berwarna merah dan kuning.
  • Ibu perlu mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi lebih banyak dari sebelum hamil. Karena zat-zat gizi dari makanan dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin.
  • Konsumsi tablet tambah darah dan suplemen multivitamin. Untuk konsumsi tablet tambah darah diminum setiap hari berturut-turut minimal 90 tablet selama kehamilan.
  • Di daerah endemik malaria, bagi ibu hamil yang menderita malaria harus diberikan obat anti malaria dulu baru kemudian diberikan tablet tambah darah.
  • Dianjurkan mengonsumsi makanan yang sudah difortifikasi terutama dengan zat besi, vitamin A dan juga mengonsumsi garam beryodium.
  • Dianjurkan memeriksakan feses bila ditemui gejala anemia untuk mengetahui kemungkinan kecacingan.
Tidak Ada Lagi "Jamban Cemplung" Tahun Depan di Lempuing

Tidak Ada Lagi "Jamban Cemplung" Tahun Depan di Lempuing

Cara Jitu Atasi Anak Gemuk

Cara Jitu Atasi Anak Gemuk