Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Jambore Petugas Gizi Puskesmas dan Rumah Sakit

Jambore Petugas Gizi Puskesmas dan Rumah Sakit

Kampanye-Gizi-Petugas-Gizi-Cetak-Kader-Gizi.jpg

Jumlah petugas gizi yang masih terbatas tidak menyurutkan pemerintah dalam meningkatkan program peningkatan gizi. Petugas gizi yang dibekali ilmu pengetahuan, dan keterampilan diharapkan menjadi penentu masa depan atau sebagai 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugiantono menyatakan, petugas gizi merupakan pahlawan penentu masa depan bangsa. Karena gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia.”Ada empat hal yang mereka harus lakukan kepada masyarakat pada masa emas yang paling berpengaruh yaitu pada masa kehamilan, persalinan, masa dari dua hingga enam bulan bayi dilahirkan serta masa bayi dua tahun,”jelas Anung, dihadapan jambore petugas gizi puskesmas dan rumah sakit di GOR Yadora, Kompleks Grand Marina, Kamis (17/3/16) .

Dalam tahapan tersebut tambah Anung, merupakan tantangan yang harus dijawab oleh petugas gizi dalam memberikan motivasi, pengetahuan dan pengalaman yang diterapkan di masyarakat. “Setiap hari di Jateng ada 600-800 bayi lahir, sebulan ada 224 ribu dan dalam satu tahun hampir 600-an ribu kelahiran baru yang harus dijaga. Oleh sebab itu para petugas gizi mengaktualisasikan diri benar-benar bekerja di tengah masyarakat serta bekerja sama dan menjalin hubungan baik dan kompak dengan para petugas kesehatan serta organisasi masyarakat lainnya,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, petugas gizi yang masih minim harus mampu memberikan informasi, sosialisasi serta edukasi gizi seimbang kepada masyarakat. Di setiap desa sudah ada petugas gizi. Untuk lebih mengena dalam mengedukasi warga desa pelosok, petugas juga membentuk kader-kader gizi. “Dalam rangka meningkatkan pengetahuan gizi di masyarakat pedesaan, petugas gizi bekerjasama dan mengedukasi para ibu di pos kesehatan desa, posyandu, pertemuan PKK dan dasawisma,”jelasnya.

(Sumber : Suaramerdeka.com)

Stop Buang Air Besar Sembarangan!

Stop Buang Air Besar Sembarangan!

Gizi Buruk Ancam Semua Lapisan Masyarakat

Gizi Buruk Ancam Semua Lapisan Masyarakat