Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Inisiatif Bapak Camat Kapuas Barat: Pentingnya Peran Tokoh Masyarakat

Inisiatif Bapak Camat Kapuas Barat: Pentingnya Peran Tokoh Masyarakat

indonesia-kids-2.jpg

Kapuas Barat, adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Untuk kali ini, kita akan fokus ke kelurahan Mandomai yang terletak di pesisir bantaran sungai Kapuas. stunting1Namun, ada satu fakta yang cukup mengkhawatirkan. Angka balita yang stanting di Kapuas sementara ada di 45,2 persen (dari data Riskesdas 2013), lebih tinggi dari prevalensi stanting balita nasional yaitu 37,2 persen. Stanting adalah ketika tinggi badan sang anak tidak sepadan dengan standar tinggi anak seusianya. Nah, ini tidak hanya memunculkan hambatan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif sang anak. Akhirnya, ia akan sulit untuk berprestasi atau bersaing dengan yang lain. Selaian itu, sang anak juga akan mudah sakit, karena pertumbuhan otak dan organ-organ lain seperti jantung dan paru-paru yang kurang optimal. Hal ini juga akan menimbulkan risiko diabetes, hipertensi, serta kegemukan

Inilah alasan mengapa Kampanye Komunikasi Gizi Nasional atau KGN diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia. Kementrian Kesehatan didukung oleh MCA-Indonesia, dan aktifitas kampanye dilaksanakan melalui IMA World Health (IMA) sebagai bagian dari Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM). Kampanye media massa, digital serta sosialisasi di tingkat kabupaten menjadi cara-cara untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang stunting serta bahaya nya terhadap anak-anak Indonesia. Bagaimanapun juga, mereka lah penerus bangsa kita.

Oleh karena itu, 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) menjadi aspek yang terus ditekankan di Proyek Kesehatan dan Perbaikan Gizi Berbasis Masyarakat ini. 1000 HPK menjadi jangka waktu yang sangat penting untuk menentukan masa depan sang anak. Mendapatkan asupan makanan yang seimbang, dan pemberian ASI ekslusif dari usia 6 bulan sampai 2 tahun selama 1000 hari tersebut adalah beberapa cara serta hak anak secara dasar untuk tumbuh sehat di kemudian hari. Dengan adanya proyek kesehatan ini, angka stanting di berbagai daerah di Indonesia akan menurun.

Penurunan angka stanting tidak lepas dari dukungan banyak pihak seperti pemerintah daerah, para tokoh agama, tokoh masyarakat, lintas sektor dan stakeholders daerah. Pada 29 Juni 2016, kelurahan Mandomai di wilayah kecamatan Kapuas Barat, provinsi Kalimantan Tengah mengadakan sosialisasi tentang stanting. Karena terdapatnya 11 desa di Mandomai, pemerintah daerah merasa bahwa keterlibatan para tokoh-tokoh desa akan menjadi sangat berguna agar mereka dapat menyebar informasi tentang stunting, pentingnya ASI ekslusif, makanan pendamping ASI yang bervariatif, serta menjaga sanitasi lingkungan dan di rumah.

11 desa yang ada di Mandomai terletak cukup jauh. Perjalanan dari kelurahan Mandomai akan memerlukan waktu 4 jam dengan perahu atau kelotok. Bahan bakar seperti bensin yang diperlukan juga di harga yang cukup tinggi, bensin eceran yang berharga Rp. 7500 per liter bisa naik ke Rp. 25,000 per liter. Mungkin itu bukan menjadi masalah yang teralu besar. Tapi, kelotok yang ada sangat terbatas dan untuk menjangkau semua desa tersebut juga memerlukan dana yang lumayan besar.

Namun, Camat dari Kapuas Barat, Drs. Catur Feriyanto, MT menyadarkan bahwa isu stanting harus ditanggapi dengan serius. Intan Nuah, seorang fasilitator daerah di Kapuas Barat, memberitahukan semangat dari Bapak Catur sebagai ketua camat. Beliau memberikan saran bahwa dana yang ada dari kecamatan dapat dikumpulkan, dan mengajukan ide untuk ditambah dengan alokasi dana yang ada.

Inisiatif dari Bapak Catur sebagai ketua Camat mungkin sederhana tetapi acara sosialisasi tersebut dapat berjalan dengan lancar, menghadirkan 58 orang yang terdiri dari camat, wakil camat, para kepala desa, tokoh perempuan dan kader posyandu. Komitmen yang positif dari Bapak Catur juga dapat menginspirasi para pempimpin daerah lain untuk menerapkan alokasi dana desa untuk kepentingan masyarakat. Mengapa? Karena program gizi seperti yang sedang dilaksanakan ini adalah bentuk investasi sumber daya manusia karena anak-anak adalah para penerus bangsa hingga kita perlu mengasuh dan mendidik mereka secara optimal.

Hampir Separuh Dari Balita di Kabupaten Kapuas Stanting

Hampir Separuh Dari Balita di Kabupaten Kapuas Stanting

Luar Biasa! Manfaat Gizi Ikan Pada Balita

Luar Biasa! Manfaat Gizi Ikan Pada Balita