Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Inilah Gejala Alergi Susu pada Anak dan Cara Mencegahnya

Inilah Gejala Alergi Susu pada Anak dan Cara Mencegahnya

ihealthid1.jpg

Beberapa negara telah melakukan penelitian, di mana alergi susu sapi dialami 2% bayi di tahun pertama kehidupannya. Sekitar 1 sampai 7% bayi menderita alergi terhadap protein yang ada di dalam susu sapi.

Sistem kekebalan tubuh balita masih rentan, dan belum berkembang dengan penuh. Jadi, alergi susi biasanya terjadi saat sistem imun balita menganggap bahwa kandungan protein pada susu sapi adalah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, gejala-gejala reaksi alergi akan muncul.

Gejala alergi susu berbeda-beda di setiap orang, dan terjadi dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah mencerna susu. Dan jika kita melihat, gejala laergi susu hampir sama dengan gejala alergi makanan lainnya. Biasanya akan menyerang kulit, saluran cerna, dan saluran nafas. Di antarnya adalah:

  • Gejala akut (jangka pendek) seperti bintik merah dengan rasa gatal pada kulit
  • Gejala kronis (jangka panjang) seperi asma, nafas sesak, dermatitis (eksim kulit)
  • Muntah

Berikut adalah tanda dan gejala alergi susu pada anak yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk muncul, di antara lain:

  • Kotoran encer
  • Diare
  • Hidung berair
  • Ruam kulit yang gatal, seperti di sekitar mulut
  • Kolik

Tetapi, di sini kita sebagai orangtua juga harus memperhatikan juka bayi alergi susu atau memiliki intolerance atau ketidakmampuan mencerna susu, atau yang disebut sebagai laktosa. Dan pasti, gejala alergi dengan gejala ketidaktoleran terhadap susu akan berbeda dan butuh cara pengobatan yang beda juga. Tanda dan gejala umum dari ketidaktoleran terhadap susu ini antara lain masalah pada pencernaan, seperti perut kembung atau diare, setelah mengkonsumsi susu atau produk yang mengandung susu.

Tadi kita sudah mengetahui bahwa alergi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh si kecil yang menolak protein yang ada di dalam susu. Tubuh si kecil akan memproduksi antibodi immunoglobulin untuk menetralisir protein yang dianggab sebagai alergen. Nah, jika si kecil mengalami kontak dengan protein tersebut, antibodi ini akan mengirim sinyal ke sistem imun tubuh untuk melepaskan histamine dan zat kimia lainnya. Histamine mengambil peran dalam reaksi alergi, seperti hidung berair, mata gatal, bintik mereah yang gatal, mual, diare dan nafas sesak.

Oleh karena itu, salah satu caranya adalah untuk ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh si kecil agar ia tidak alergi. Selain itu, hindarilah produk susu seperti susu formula karena sebenarnya tidak ada yang bisa memenuhi kebutuhan gizi dan pencegahan terhadap penyakit selain ASI eksklusif di 6 bulan pertama.

Sumber: Ayahbunda.co.id

Bupati Kapuas: "Perhatian Bapak Hanya di Gizi Anak Tidak Cukup"

Bupati Kapuas: "Perhatian Bapak Hanya di Gizi Anak Tidak Cukup"

Konsumsi Makan Pada Ibu Menyusui Lebih Rendah Karena 6 Faktor Ini

Konsumsi Makan Pada Ibu Menyusui Lebih Rendah Karena 6 Faktor Ini