Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Indikator Keberhasilan Menyusui

Indikator Keberhasilan Menyusui

14248265961951036149-e1459417284613.jpg

Saat ini, keberhasilah menyusui hanya dilihat dari durasi pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan kepada bayi. Namun, keberhasilan menyusui seharusnya bukan hanya dilihat dari aspek durasi semata, tetapi juga dari 2 aspek outcome lain yang sama pentingnya, yaitu status gizi bayi dan status gizi ibu menyusui, Tidak tepat jika seorang ibu bisa memberikan ASI ejslusif selama 6 bulan, tetapi mengorbankan status gizi bayinya atau dirinya sendiri ataupun kedianya.

Durasi ASI Eklusif

Durasi pemberian ASI ekslusif yang dianjurkan oleh WHO adalah 6 bulan. Untuk mencapai durasi pemberian 6 bulan tersebut ternyata bukan hal yang mudah. Hal ini terbukti dengan masih rendahnya prevalensi pemberian ASI ekslusif di Indonesia yang berkisar 42% (Global Nutrition Report-Indonesia 2015) yang jauh dari target capaian di 80%. Keberhasilan pemberian ASI ekslusif 6 bulan ditentukan oleh banyak faktor.

Gizi Ibu

Studi kualitatif Fikawati dan Syafiq (2009) mengenai faktor penyebab dan keberhasilan menyusui mengungkapan bahwa faktor pendidikan, pengetahuan dan pengalaman ibu adalah faktor disposisi yang berpengaruh positif terhadap keberhasilan ASI ekslusif. Sedangkan, IMD adalah faktor pemungkin yang kuat terhadap keberhasilan ASI ekslusif. Dukungan tenaga kesehatan penolong persalinan (misalnya bidan atau dokter) yang memberikan konseling menyusui merupakan faktor pendorong yang terlihat paling nyata pengaruhnya dalam keberhasilan ASI ekslusif.

Penelitian Fikawati dan Syafiq (2012) yang mengkaji tiga penelitian tentang Persepsi Ketidakcukupan ASI menyebutkan ada hubungan antara status gizi ibu dan PKA yang menyebabkan ibu gagal memberikan ASI ekslusif. Temuan ini menjelaskan bahwa jika status gizi ibu kurang saat melahirkan dan konsumsi energi ibu saat menyusui juga rendah, makan lemak cadangan ibu untuk memproduksi ASI tidak memadai.

Gizi Bayi

Pertumbuhan bayi adalah indikator proksi dari produksi ASI dan kecukupan pemberian ASI (Packard, 1982; Jeliffe dan Jeliffe, 1989; Alam et al. 2002). Maka, pemantauan pertumbuhan bayi penting dilakukan untuk mengetahui cukup atau tidaknya ASI yang diberikan. Pertumbuhan bayi harus sesuai standar WHO. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan langkah-langkah untuk meningkatkan keberhasilan menyusui di Indonesia untuk masa depan yang sehat dan berprestasi.

Tunggu artikel berikutnya ya!

Sumber: Gizi Ibu dan Bayi oleh Dr. Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq, Ph.D dan Khaula Karima, S.Gz

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui!

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui!

Teguh di Tengah Tantangan: Cerita dari Sungai Menang, Kapuas

Teguh di Tengah Tantangan: Cerita dari Sungai Menang, Kapuas