Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Ibunya Gemuk, Janinnya Kurus?

Ibunya Gemuk, Janinnya Kurus?

berat-badan-ibu-hamil_20150616_140559.jpg

Sekarang, banyak kasus yang berhubungan dengan berat badan saat hamil, berkaitan dengan kesehatan ibu dan bayi.

  1. Kasus: Kenaikan berat badan ibu tidak terkontrol, tapi kata dokter bayi baik-baik saja.

Meski yang menjadi patokan kesehatan kehamilan adalah pertumbuhan janin, berat badan ibu juga harus diperhatikan. Pertama, ketika berat badan ibu naik, itu hal yang biasa. Tetapi jika perubahan berat badan terjadi terlalu pesat, itu yang harus diperhatikan. Ibu harus ketahui bahwa pola kenaikan berat badan yang baik adalah dengan cara pelan dan berkelanjutan. Nah, jika berat badan ibu tidak terkontrol, kemungkinan pola makan ibu salah atau kurang bergizi. Salah satu kesalahpahaman adalah konsep "makan untuk berdua". Konsep ini sering diterapkan oleh para ibu hamil secara harafiah betul-betul 2 porsi setiap makan.

Solusi: Oleh karena itu, perhatikanlah pola makan. "Makan untuk berdua" berarti ibu harus menabmbah hanya 300-500 kalori saja per hari untuk pertumbuhan janin. Tetapi, ibu harus mengonsumsi makanan yang sehat, seimbang, serta menghindari camilan tinggi kalori atau lemak seperti tart, kue, permen, dan junkfood.

2. Kasus: Berat badan turun banyak di trimester pertama

Hal ini disebut "banyak" jika berat badan ibu turun sampai 10% dari sebelum hamil. Misalnya, jika sebelum hamil berat badan ibu 45 kg, sekarang turun sebanyak 4.5 kg. Itu terjadi karena janin terlalu banyak mengambil cadangan zat gizi ibu, akibat kurang makan.

Solusi: Pergilah ke dokter kandungan ibu, apalagi jika ibu mengalami muntah muntah dan tidak ada nafsu makan sama sekali. Ibu mungkin perlu dieawat di rumah sakit.

3. Kasus: Berat badan ibu naik berlebihan di trimester ke-3

Misalnya, berat badan ibu naik 4 kilogram per bulan, padahal normalnya hanya 2 kilogram. Nah, jika tekanan darah ibu juga ikut naik, serta ada pembengkakan di kaki, muka atau tangan, ini merupakan pertanda pre-eklampsia (komplikasi kehamilan)

Solusi: Segera ke dokter kandungan dan istirahatlah dengan banyak di rumah.

4. Kasus: Sudah gemuk, saat hamil tambah gemuk lagi!

Di sini, ibu bisa merasa tidak nyaman, sakit punggung, dan pembesaran pembuluh darah vena di kaki juga akan terjadi. Risiko bagi si kecil di perut, adalah gangguan pertumbuhan. Hal ini karena pembuluh darah ibu yang mengangkut oksigen dan makanan untuk janin tersumbat lemak.

Solusi: Konsultasi ke dokter ahli gizi di mana dia akan menganjurkan pola makan yang sehat sesuai dengan kebutuhan ibu, yang mencapai kenaikan berat badan 0.4 kg per 2 minggu pada trimester ke 2 dan ke 3. Dan yang tidak kalah penting, janganlah diet atau melakukan metode untuk menurunkan berat badan ibu selama hamil.

5. Kasus: Sudah kurus, malah tambah kurus!

Karena ibu terlalu kurus, risikonya bayi akan lahir dengan berat badan yang rendah. Selain itu, tumbuh kembang, kesehatan fisik dan tingkat kecerdasannya nanti akan terganggu.

Solusi: Di sini, ibu bisa konsultasi ke ahli gizi lagi untuk mengetahui pola makan yang sehat dan bergizi untuk menaikkan berat badan ibu dengan cara yang sehat dan aman.

 

8 Upaya Suami Bantu Istri Semasa Hamil

8 Upaya Suami Bantu Istri Semasa Hamil

Kapan Janin Terbentuk dan Mulai Berkembang?

Kapan Janin Terbentuk dan Mulai Berkembang?