Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Ibu yang Sudah Tidak Menyusui Dapat Memproduksi ASI Kembali

Ibu yang Sudah Tidak Menyusui Dapat Memproduksi ASI Kembali

shutterstock_184793729-1.jpg

Dalam keadaan bencana atau situasi darurat perlindungan yang diberikan oleh Air Susu Ibu (ASI) menjadi sangat penting karena merupakan langkah cepat dan tepat yang dapat menyelamatkan jiwa bayi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak disusui dan hidup di daerah yang rawan penyakit dan lingkungan tidak higienis mempunyai risiko antara 6-25 kali lebih tinggi untuk meninggal karena diare, dibanding anak yang disusui.

Ibu yang telah berhenti menyusui dapat mengeluarkan dan memproduksi ASI kembali, yang disebut sebagai relaktasi. Relaktasi ini dapat diusahakan dengan merangsang puting dan pengeluaran ASI. Rangsangan puting didapatkan melalui hisapan bayi atau anak yang lebih besar, atau memerah ASI dengan tangan dan/ atau pompa. Proses ini biasanya memerlukan waktu, dapat beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Ibu sangat memerlukan dukungan moril, selain itu asupan makanan dan air yang cukup, serta dilindungi dari kondisi stres. Bayinya tentu saja memerlukan asupan makanan dengan cara yang paling tidak membahayakannya sampai ASI diproduksi kembali.

Langkah demi langkah melakukan Relaktasi

  • Duduk nyaman, gendong bayi dengan jarak dan posisi yang tepat terhadap puting payudara. Pastikan bayi pada posisi nyaman.
  • Coba susui setiap 2 jam sekali, atau paling tidak 10 kali dalam 24 jam.
  • Susui bayi setiap kali terlihat lapar. Biarkan dia mengisap puting payudara selama kurang-lebih 30 menit. Lamanya si kecil mengisap payudara dapat ditingkatkan bertahap mulai dari 15 menit, 20 menit, dan seterusnya.
  • Upayakan Anda selalu bersama bayi pada malam hari, yakni ketika hormon prolaktin (pengatur produksi ASI) sedang tinggi kadarnya.
  • Sebagai langkah awal, Anda dapat memberi susu formula dengan volume sesuai kebutuhan berdasarkan berat badan bayi, atau dalam jumlah yang sama seperti yang biasa dikonsumsi sebelumnya.
  • Setelah ASI mulai keluar sedikit, kurangi porsi susu formula sebanyak 30-60 ml sehari.
  • Bila sebelum relaktasi bayi masih menyusu sesekali, produksi ASI saat relaktasi biasanya meningkat kembali dalam beberapa hari. Tapi bila bayi sudah berhenti menyusu, mungkin diperlukan beberapa minggu untuk dapat menghasilkan ASI kembali.
  • Relaktasi lebih mudah dan cepat bila bayi masih berumur kurang dari 3 bulan, dibandingkan bila bayi sudah berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dapat dilakukan pada bayi usia berapa pun.

Sumber : IDAI & Ayahbunda

Pemberian ASI Dalam Keadaan Bencana

Pemberian ASI Dalam Keadaan Bencana

Aneka Nasi Tim dengan Olahan Daging

Aneka Nasi Tim dengan Olahan Daging