Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Ibu Stress Akibatkan ASI Sedikit   

Ibu Stress Akibatkan ASI Sedikit  

memberikan-ASI2.jpg

Ada ibu yang merasa tak bisa menyusui karena menganggap ASI-nya sedikit atau tidak keluar. Hal ini sering dialami ibu terutama hari-hari pertama setelah melahirkan. Kondisi ini kadang-kadang membuat ibu terdorong untuk segera memberi bayinya susu formula. Keluhan ASI sedikit juga seringkali diungkap oleh ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif hingga usia bayi 6 bulan. Umumnya ditemui pula pada para ibu yang bekerja. Ibu merasa semakin hari ASI semakin berkurang hingga kemudian terhenti. Sebetulnya, sedikit atau berlimpahnya ASI ada proses produksi yang mempengaruhinya. Ketika ibu hamil, hormon sudah mempersiapkan payudara untuk mulai membuat ASI. Selama kehamilan hormon yang berfungsi untuk produksi ASI meningkat tetapi ASI belum keluar. Pada hari kedua atau ketiga pascabersalin, terjadilah pengeluaran ASI. Produksi ASI ini akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi dan akan semakin banyak produksinya bila semakin sering diisap bayi. Sebaliknya, akan semakin sedikit dan berkurang produksinya jika tidak sering diisap bayi.

Alamiahnya lagi, ibu bisa memberikan ASI eksklusif pada bayinya hingga 6 bulan. Karena produksi ASI yang dihasilkan jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Tak perlu khawatir dan merasa ASI keluarnya sedikit, semakin berkurang produksinya ataupun habis. Selama bayi sering menyusu, maka produksi ASI yang keluar akan berlimpah.

Keberhasilan dalam menyusui bayi juga dipengaruhi oleh cara menyusui yang benar. Posisi tubuh bayi menempel pada ibu dengan wajah bayi menghadap payudara ibu. Mulut bayi membuka lebar dan bukan hanya puting ibu saja yang masuk ke mulut bayi, melainkan juga daerah cokelat (areola) di sekeliling puting. Mulut dan dagu bayi menempel pada payudara ibu dan ASI dihisap pelan-pelan dan kuat. Posisi menyusui yang benar ini tak akan membuat puting ibu sakit.

Faktor lain yang juga memengaruhi produksi ASI yaitu kondisi psikis atau mental  ibu menyusui. Ibu harus menjaga kondisi jiwanya dengan baik agar produksi ASI pun baik. Jangan harap ASI akan keluar jika ibu menyusui dalam kondisi stres. Maka itu ibu menyusui harus rileks dan santai karena dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

 

 

Pola Makan Ibu Menyusui

Pola Makan Ibu Menyusui

Inisiasi Menyusu Dini Rangsang Hormon Cinta

Inisiasi Menyusu Dini Rangsang Hormon Cinta