Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Hari Anak Nasional - Akhiri Kekerasan pada Anak. Penuhi Hak Anak Untuk Tumbuh Kembang Optimal

Hari Anak Nasional - Akhiri Kekerasan pada Anak. Penuhi Hak Anak Untuk Tumbuh Kembang Optimal

20160715_152127-e1469263010720.jpg

Maka itulah, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa di mana kelak menjadi pemimpin bangsa harus menjadi prioritas. Masalah stanting perlu ditangani secara serius.

Peringatan Hari Anak Nasional ini dilaksanakan sebagai upaya menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh kembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hari Anak Nasional merupakan hari yang sepenuhnya menjadi milik anak Indonesia sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan mengekpresikan diri dalam berbagai kegiatan yang posititf. Peringatan HAN menjadi momentum penting untuk menggugah keramahan dan kepedulian terhadap anak melalui pengasuhan keluarga agar anak dapat menjadi pewaris bangsa yang berkualitas nantinya.

Selain itu, masyarakat secara individu maupun kelompok diharapkan juga berperan melakukan pemantauan, pengawasan, dan ikut bertanggung jawab terhadap perlindungan anak. Media juga berperan dalam menyebarkan informasi dan edukasi yang bermanfaat dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Serta dunia usaha turut berkontribusi pula dalam pemenuhan hak anak melalui tanggung jawab sosial perusahaannya.

Menyambut peringatan hari Anak Nasional yang jatuh tanggal 23 Juli 2016 ini, apa tema peringatannya di tahun ini?

Tema peringatan Hari Anak Nasional tahun ini yaitu Akhiri Kekerasan pada Anak. Selain itu ada subtemanya pula yaitu :

1. Tingkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan kekerasan dan bahaya narkoba pada anak. Misalnya, dengan membentuk satuan tugas perlindungan anak di tingkat RT/RW.

2. Libatkan peran laki-laki dalam penguatan keluarga.

Untuk mengaktifkan peran serta ini dilakukan misalnya diadakan seminar-seminar bagi para ayah. Anak memerlukan figur ayah profesional pula bukan hanya sebagai figur pajangan saja.

3. Tingkatkan kualitas pelayanan tumbuh kembang dan perlindungan anak.

4. Cegah perkawinan anak.

Bicara mengenai masalah anak, yang dihadapi Indonesia salah satunya mengenai stanting, anak dengan tinggi badan yang kurang dari standar normal anak seusianya. Ada hampir 9 juta atau 1 dari 3 balita mengalami stanting. Bagaimana masalah stanting ini bila dikaitkan dengan Hari Anak Nasional ini?

Stanting berkaitan dengan masalah tumbuh kembang anak. Ini tercakup dalam subtema ketiga yaitu mengenai tingkatkan kualitas pelayanan tumbuh kembang dan perlindungan anak. Jika mau jujur, kejadian stanting bisa dibilang sebagai suatu pengabaian atau ada ketidakpedulian terhadap asupan gizi anak sehingga anak tidak tumbuh dengan baik. Pengabaian terhadap anak termasuk salah satu bentuk kekerasan pada anak. Hal ini berarti ada pelanggaran pula terhadap hak anak untuk tumbuh dan berkembang.

Mengapa bisa terjadi pelanggaran hak anak tersebut?

Tentunya kita tidak bisa menyalahkan siapa yang salah atau mencari kambing hitamnya. Stanting harus dilihat secara keseluruhan, apakah dari sisi orangtua, masyarakat, negara, dan sebagainya. Juga menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak seberapa jauh bisa memenuhi hak anak untuk tumbuh dan berkembang.

Jadi, bagaimana seharusnya upaya yang perlu dilakukan dalam pemenuhan hak anak tersebut?

Karena stanting berkaitan dengan faktor gizi, maka jangan sampai terjadi pengabaian dalam hal asupan gizi anak. Orangtua terutama ibu perlu memberikan perhatian pada gizi anak sejak masa dalam kandungan dan juga setelah bayinya lahir. Ibu sejak hamil memerhatikan asupan gizi seimbang, memberikan ASI ketika bayinya lahir dan juga memperhatikan asupan gizi seimbang pada anaknya. Seringkali pengabaian gizi anak dalam keluarga dikarenakan masalah ekonomi atau kurangnya pengetahuan orangtua mengenai masalah gizi.

Masyarakatpun dituntut untuk lebih peduli terhadap sesama warganya. Selama ini masyarakat kita terkenal sebagai masyarakat yang gotong royong dan saling membantu. Jadi, bila bicara masalah perlindungan anak maka masyarakat harus peduli terhadap sesama warganya. Di dalam undang-undang ada pasal yang mengatakan bahwa siapapun yang mengetahui adanya pelanggaran hak anak dan dia diam saja, tidak melaporkan, atau tidak menolongnya maka itu bisa terkena sanksi.

Bila di masyarakat diketahui adanya warga yang mengalami kekurangan gizi, paling tidak masyarakat bisa menolong secara tidak langsung dengan membantu melaporkan kepada dinas kesehatan, misalnya. Dalam hal ini kepedulian terhadap perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Ibaratnya, mendidik dan melindungi anak dibutuhkan orang sekampung. Bukan hanya individu-individu keluarga masing-masing.

Bagaimana pula dengan upaya yang dilakukan oleh negara?

Hak anak untuk mendapatkan kesehatan dan perlindungan dari penyakit juga merupakan bagian dari tugas negara melalui kementerian kesehatan. Anak mendapatkan perlindungan dari penyakit yang bisa berdampak pada proses tumbuh kembangnya dengan diberikan imunisasi. Juga berkaitan dengan pemberian gizi yang seimbang pada anak-anak untuk bisa memenuhi hak tumbuh kembangnya. Upaya ini perlu terus dilakukan terutama di daerah-daerah yang sudah diduga adanya stanting, dan masalah gizi lainnya.

Kenyataannya saat ini masih banyak yang perlu ditingkatkan oleh pemerintah dalam hal kesehatan anak. Pelayanan terhadap kesehatan anak melalui posyandu dan puskesmas masih terbatas. Masih banyak anak-anak yang belum terjangkau karena belum meratanya keberadaan posyandu atau puskesmas di beberapa tempat. Begitupun dalam penyebaran serta terbatasnya para tenaga ahli seperti dokter, ahli gizi, dan lain-lainnya. Bagaimanapun hal ini merupakan kewajiban negara melalui kementerian kesehatan dalam upaya-upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di berbagai tempat yang ada di Indonesia.

Permasalahan yang ada ini hendaknya menjadi bahan introspeksi semua pihak dan juga menjadi bahan evaluasi bersama bagi bangsa, bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang kurang mendapatkan perhatian sehingga mengalami proses tumbuh kembang yang bermasalah.

Bagaimana menurut pendapat Kak Seto sendiri mengenai kampanye penanganan stanting di Indonesia?

Memang belum menjadi isu yang cukup dikenal di masyarakat.

Mengapa demikian?

Ada anggapan-anggapan isu yang sifatnya keseharian seperti soal anak pendek semacam itu tidak terlalu menarik atau kurang penting. Jadi belum menjadi trending topic atau sesuatu yang dibicarakan bersama. Tidak seperti halnya seperti yang sekarang ini sedang ramai menjadi pembicaraan yaitu mengenai vaksin palsu atau kekerasan terhadap anak. Tapi  setelah itupun, ya sudah.

Selain itu, bisa juga karena ada pandangan-pandangan keliru di masyarakat mengenai stanting. Bahwa anak stanting atau pendek dianggap suatu yang lumrah, wajar, dan bukan sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian serius. Jadi, kalau ada anak stanting ya dipandangnya itu sudah sebagai keturunannya seperti itu atau takdirnya memang begitu. Jadi tidak ada kecenderungan bahwa stanting itu bisa diatasi atau diubah. Begitulah kenyataannya di masyarakat sehingga masalah ini belum menjadi suatu trending topic.

Sejauh mana kampanye stanting perlu menjadi trending topic?

Ini sangat penting sekali dan ide yang cukup bagus. Karena sebetulnya stanting bagian dari pelanggaran hak anak. Jika anak mempunyai perkembangan fisik yang pendek maka dalam kehidupan ia bisa terpinggirkan atau tereliminasi. Selain dampaknya terhadap kecerdasan, secara psikologis juga menimbulkan suatu tekanan di mana anak tidak berkembang bakat dan potensinya serta harga dirinya. Ibaratnya, ia layu sebelum berkembang.

Dengan jumlah stanting yang cukup besar, tentu akan sulit dalam menghasilkan calon-calon pemimpin bangsa?

Betul. Jika memang stanting diakibatkan kelengahan, ketidakpedulian, dan suatu kesalahan maka ini termasuk pelanggaran hak anak. Akibat adanya hak anak yang dilanggar, maka anak mengalami berbagai hambatan secara psikologis. Pribadi yang seharusnya tumbuh menjadi pribadi yang unggul akan  menjadi sulit diharapkan.  Maka itulah, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa di mana kelak menjadi pemimpin bangsa harus menjadi prioritas. Masalah stanting perlu ditangani secara serius.

Kegiatan apa saja yang akan dilakukan berkaitan dengan HAN?

Akan ada serangkaian acara berkaitan dengan Hari Anak Nasional 2016 ini, antara lain kegiatan Forum Anak yang berlangsung tanggal 19-22 Juli 2016 di Mataram, NTB. Acara ini dihadiri oleh 545 anak dari Utusan Forum Anak Provinsi. Anak-anak ini nantinya akan berkesempatan berdialog denan Presiden Joko Widodo. Ada pembacaan Suara Anak Indonesia oleh dua perwakilan Forum Anak Nasional. Juga ada flashmob mengeja mimpi anak Indonesia bersama Presiden dan Ibu Negara, Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak, Gubernur NTB, dan Walikota Mataram.

Apa yang menjadi harapan dalam peringatan HAN ini?

Harapannya, kekerasan terhadap anak dapat ditangani, dihentikan dan diakhiri. Mudah-mudahan hak mereka sebagai anak Indonesia terpenuhi secara optimal. Hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, hak untuk bebas dari tindak kekerasan, dan hak untuk selalu didengar suara hatinya.

Apa pesan-pesan bagi Anak Indonesia?

Jadilah anak-anak yang selalu ceria, gembira, optimis, dan semangat. Terus selalu belajar dalam segala hal. Belajar akademis di sekolah, belajar dari kehidupan, dan belajar bekerjasama, kemudian gantungkan cita-cita setinggi bintang-bintang langit. Semoga adik-adik jadi orang hebat di masa depan. Selamat hari anak nasional.

- Oleh Dedeh Kurniasih. Narasumber : Seto Mulyadi, Pengamat Anak dan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia. 

Saat MPASI, Bayi Lebih Berisiko Kurang Gizi

Pernikahan Anak dan Stanting Di Kabupaten Landak

Pernikahan Anak dan Stanting Di Kabupaten Landak