Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Hanya 35% Rumah Tangga di Indonesia Memiliki Sabun

Hanya 35% Rumah Tangga di Indonesia Memiliki Sabun

DSCF4736.jpg

Hanya 35% Rumah Tangga di Indonesia Mempunyai Sabun

Ternyata, stanting bukan sekeder karena kekurangan gizi. Penyebab stanting terbesar kedua adalah sanitasi lingkungan yang buruk, dan berkontribusi terhadap 21.7% kasus stanting di negara berkembang. Hal ini sangat menghawatirkan karena stanting menjadi ancaman terbesar bagi kualitas hidup manusia di masa mendatang. Dan stanting bukan hanya urusan tinggi badan yang kurang, stanting akan menghambat pertumbuhan otak anak, tingkat prestasinya hingga produktifitasnya di usia dewasa akan turun dan ancaman peningkatan penyakit tidak menular.

Perilaku buruk seputar sanitasi adalah buang air besar sembarangan (BABS) yang akan menyebabkan penyakit seperti diare. Dan tahukah anda, masih ada 51 juta warga Indonesia yang masih BABS. Bagaimana kah anak balita bisa terkena diare? Serangga dapat hinggak pada kotoran yang dibuang sembarangan seperti di sungai, dan membawa kuman penyakit. Dan dari situ, serangga mencemari makanan dan minuman sehingga anak balita akan beresiko terkena diare sebanyak 66%.

Lebih parahnya lagi, UNICEF menunjukkan bahwa setiap tahun, ada 1.7 miliar kasus diare, serta sekitar 300,000 balita yang meninggal juga setiap tahun karena air, sanitasi, dan kebersihan yang buruk. Hal ini sangat menghawatirkan ketika kita melihat dari sisi higenitas, masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi air yang belum dimasak, dan masih banyak juga yang tidak mencuci tangan dengan sabun. Bahkan, hanya 35% dari rumah tangga di Indonesia mempunyai sabun dengan 24% rumah yang memiliki air.

Jadi, stanting memang masalah yang sangat kompleks jika kita melihat eratnya sanitasi dengan kesehatan anak balita. Misalnya, walaupun bayi sudah mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, ia masih beresiko untuk menderita stanting jika keluarganya tidak tinggal di lingkungan yang bersih dan tidak menggunakan septik tank yang layak dan sehat. Oleh karena itu, kita membutuhkan pendekatan secara keseluruhan dengan memerhatikan nutrisi dan kesehatan anak, ibu dan ibu hamil. Di sini lah orangtua perlu berperan lebih aktif untuk menanam kebiasaan-kebiasaan yang baik. Salah satu cara sederhana untuk mencegah penyakit adalah dengan cucu tangan pakai sabun (CTPS). Jika anak tidak diajarkan sejak dini, kebiasaan tidak cuci tangan pakai sabun, atau BABS akan dipandang oleh anak sebagai perilaku yang normal dan tidak berbahaya. Banyak sekali penelitaian yang menemukan bahwa CTPS dapat menurunkan terjadinya kematian karena diare sebanyak 50%, dan mengurangi resiko penyakit saluran pernafasan sebanyak 16%.

Nah, CTPS merupakan upaya sederhana tetapi yang paling direkomendasikan untuk mencegah penyakit karena sabun mudah diperoleh dan terjangkau. Selain itu, air mengalir dapat didapatkan di setiap rumah tangga. Sekarang, alasan dibalik cuci tangan adalah bahwa sabun terdiri dari rantai karbon hidrofobik yang melekat pada kuman di tangan yang disabuni dan membentuk molekul yang sangat halus. Ketika tangan dibilas air, sabun menggelontorkan molekul tersebut bersama kuman dan air bilasan.

Namun, pertanyaannya, apakah upaya Indonesia telah teringegrasi dengan baik di semua sektor? Apalagi jika kita bcara tentang penggunaan air bersih untuk cuci tangan di air mengalir. Apakah air bersih masih sulit dijumpai di beberapa wilayah? Ini menjadi tantangan bagi semua pihak, dan membutuhkan koordinasi seluruh stakeholder terkait di semua level dari pusat, hingga kabupaten, serta masyarakat secara langsung.

Anak Stanting Berisiko Terkena Diabetes, Mari Kita Cegah Sejak Dini

Anak Stanting Berisiko Terkena Diabetes, Mari Kita Cegah Sejak Dini

Bidan Indah, Di antara Dukun dan Mitos Tradisonal

Bidan Indah, Di antara Dukun dan Mitos Tradisonal