Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Hampir Separuh Dari Balita di Kabupaten Kapuas Stanting

Hampir Separuh Dari Balita di Kabupaten Kapuas Stanting

balita-stanting.jpg

Stanting atau keadaan balita yang tinggi badannya lebih pendek dari standar tinggi anak seusianya, perlu menjadi perhatian bersama. Mengingat dampak stanting pada perkembangan fisik dan otak yang terhambat. Akibatnya, anak akan sulit berprestasi dan menjalani periode bersekolah yang singkat. Selain itu, stanting juga berisiko pada peningkatan kesakitan. Anak menjadi rentan terhadap penyakit dan di usia dewasa juga mudah mengalami kegemukan serta penyakit tidak menular lainnya seperti jantung, diabetes, hipertensi, dan sebagainya.

           Di samping itu, ketika usia dewasa, anak stanting memiliki penghasilan  20 persen lebih rendah daripada anak yang tumbuh optimal. Pengaruhnya ini akan berdampak pada menurunnya pendapatan domestik negara sebesar 3 persen. Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Kapuas berupaya melakukan pencegahan agar terjadi penurunan terhadap stanting. Berdasarkan data terakhir angka stanting di wilayah Kabupaten Kapuas mencapai 45,2 persen, atau hampir setengah dari balita di Kabupaten Kapuas mengalami stanting.

           Terkait stanting tersebut, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Rianova, upaya pengurangan dan pencegahan stanting harus dilakukan karena stanting sangat merugikan. Hal ini diungkapkan di hadapan peserta pertemuan koordinasi pemangku kepentingan dan dengar pendapat lintas sektor dengan pemerintah Kabupaten Kapuas di Aula Bappeda (13/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Adelina Yusuf juga mengungkapkan bahwa angka stanting cukup tinggi dan tersebar di 10 kecamatan yang berada di wilayah Hulu Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung tersebut. Tingginya angka stanting di wilayah tersebut dikarenakan minimnya sarana dan prasaranan kesehatan yang ada.

Adelina menjelaskan, bahwa stanting dialami hampir 9 juta atau sepertiga dari jumlah balita di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yaitu terutama pada 1000 hari pertama kehidupan anak, yakni sejak janin hingga usia anak dua tahun.

           Langkah utama mencegah anak terlahir dengan stanting, lanjut Adelina, yaitu dengan mempersiapkan dan mengontrol kesehatan serta kebutuhan gizi anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin hingga usia 2 tahun. Dengan kata lain, pemenuhan gizi bagi ibu sejak hamil, masa menyusui dan hingga anak minimal usia 2 tahun harus tercukupi.

(Sumber : Kapuas Post)

Apakah Imunisasi Dapat Menurunkan Angka Stanting?

Apakah Imunisasi Dapat Menurunkan Angka Stanting?

Inisiatif Bapak Camat Kapuas Barat: Pentingnya Peran Tokoh Masyarakat

Inisiatif Bapak Camat Kapuas Barat: Pentingnya Peran Tokoh Masyarakat