Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Waspadai Gejala Ibu Hamil Kurang Darah

Waspadai Gejala Ibu Hamil Kurang Darah

20-3.jpg

Jangan remehkan keluhan ketika ibu sedang hamil. Apalagi bila dilihat ada tanda-tanda seperti wajah dan bibirnya tampak pucat, kurang nafsu makan sehingga berat badan tidak naik-naik, lesu dan lemah, merasa cepat lelah, sering pusing, dan mata berkunang-kunang. Jika ibu hamil mengalami gejala seperti itu, bisa jadi karena ibu mengalami kurang darah. Mengapa ibu hamil bisa kurang darah, dan apa yang harus dilakukan? Ibu hamil memang mudah sekali mengalami kurang darah. Karena cairan darah dalam tubuhnya meningkat. Tubuh memerlukan tambahan darah untuk mensuplai oksigen dan makanan bagi pertumbuhan janin. Maka itu sel darah merah perlu banyak diproduksi dengan memanfaatkan protein dan zat besi dari makanan.

Normalnya, kadar hemoglobin dalam darah pada ibu hamil yaitu 11 g/dl. Jika ibu mengalami kurang darah, maka kemampuan darah untuk mensuplai oksigen dan makanan bagi janin melalui plasenta menjadi terganggu. Akibatnya, ibu bisa mengalami keguguran, bayi lahir mati, bayi lahir belum cukup bulan, bayi dengan berat badan lahir rendah, dan dapat menghambat pertumbuhan otak dan juga fisik. Akibatnya bisa menyebabkan anak stanting.

Ada banyak faktor yang menyebabkan ibu hamil mengalami kurang darah, antara lain : pola makan ibu yang kurang beragam dan bergizi seimbang. Bisa juga karena ibu hamil lagi dengan jarak kehamilan yang dekat sementara tubuh belum sempat memproduksi darah pengganti yang keluar saat melahirkan sebelumnya. Selain itu, kemungkinan lain yaitu ibu ada penyakit infeksi kronis seperti malaria atau kecacingan. Bisa juga karena ibu mengalami kondisi kekurangan energi kronik.

Tentunya untuk menghindari dari dampak kurang darah pada ibu hamil ini, maka ibu hamil harus mencegah dan mengatasi kondisi ini. Caranya antara lain: dengan mengonsumsi makan makanan dengan kandungan yang kaya protein, zat besi, folat, kalsium, vitamin A dan vitamin B. Contoh makanan tersebut terdapat pada telur, ikan, daging, tahu dan tempe, sayuran hijau, dan buah berwarna merah atau kuning. Ibu juga harus makan lebih banyak dari porsi biasanya, mengonsumsi suplemen tablet tambah darah. Jika kemungkinan penyebabnya karena infeksi misalnya kecacingan maka dianjurkan dilakukan pemeriksaan tinja.

Pentingnya Tablet Tambah Darah  Semasa Hamil

Pentingnya Tablet Tambah Darah Semasa Hamil

Ibu Hamil Butuh Dukungan Suami

Ibu Hamil Butuh Dukungan Suami