Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Hamil di Usia 20, 30 dan 40 - Apa yang Harus Diperhatikan?

Hamil di Usia 20, 30 dan 40 - Apa yang Harus Diperhatikan?

plus-minus-hamil-di-berbagai-usia-e1468832709407-802x393.jpg

Hamil di Usia 20, 30 dan 40 - Apa yang harus diperhatikan? Usia dan kesehatan fisik wanita memengaruhi proses kehamilan, kesehatan janin dan persalinannya. 

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin merencanakan kehamilan di usia-usia tertentu. Pertama, pada usia kurang dari 20 tahun, rahim dan panggul wanita belum tumbuh maksimal, atau telah mencapai ukuran dewasa. Dalam kata lain, tubuh belum 100% siap untuk mengandung anak. Ini juga harus kita pikirkan karena di Indonesia, banyak sekali kasus pernikahan dini dimana perempuan di bawah 20 tahun yang menikah. Akibatnya, ibu akan berisiko mengalami keguguran karena persalinan yang buruk atau alami. Selain itu, pertumbuhan janin juga akan terhambat, dan risiko untuk anak yang stanting juga akan meningkat. Stanting adalah ketika balita lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya. Bahkan, 4-6 kali lipat lebih tinggi dibanding wanita yang hamil dan bersalin di usia 20-an. Risiko kanker leher rahim pun meningkat.

Oleh karena itu, para perempuan harus diedukasi tentang seks, semua tentang organ reproduksi perempuan, asupan gizi yang baik saat remaja dan hamil, persiapan kehamilan, persalinan, hingga pasca kehamilan. Edukasi ini dengan harapan bahwa derajat ibu dan anak dinaikan.

Meskipun terkadang masih termasuk umur yang muda, hamil di usia 20 lebih aman daripada di bawah 20.  Di sini, kondisi fisik perempuan sedang sangat prima. Rahim sudah mampu meberi perlindungan atau kondisi maksimal untuk kehamilan. Bukan hanya itu, biasanya mental ibu juga lebih siap. Oleh karena itu, ibu juga akan menjalani kehamilan dengan hati-hati karena pengetahuannya sudah cukup.

Di usia 30 hingga 35 tahun, ibu masih boleh hamil, asal ibu selama itu selalu menjaga asupan gizi atau nutrisi, serta kondisi fisik dan kesehatan secara keseluruhan. Nah, ibu harus lebih berhati-hati ketika ingin hamil di usia 35 tahun ke atas. Di sini, kesehatan ibu perlu lebih diperhatikan. Kehamilan juga berisiko tinggi dengan berbagai bentuk seperti pendarahan, kematian ibu dan janin, dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah, bahkan juga cacat.

Jika ibu hamil di usia ini, lakukanlah:

  1. Kontrol kesehatan, seperti tekanan darah. Waspada juga atas gangguan kesehatan yang lebih khusus seperti anemia dan diabetes.
  2. Jaga pertambahan berat badan ketika hamil untuk tetap normal, sebanyak 0.5 kilogram per minggu, atau sekitar 6-16 kilogram di akhir kehamilan. Bila diperlukan, ibu juga dapat berkonsultasi ke ahli gizi karena salah satu mencaga kondisi adalah dengan makan makanan yang bergizi seimbang.
  3. Cukupi kebutuhan asam folat sejak awal kehamilan, karena gunanya untuk meminimalkan risiko gangguan pembentukan pusat saraf si kecil.
  4. Lakukan tes skrining untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan lainnya misalnya tes genetika. Cara memeriksanya adalah dengan pengambilan sampel darah ibu dan suami. Lalu, akan dilihat jika adakah penyakit yang dapat diturunkan ke anak secara genetik seperti thalassemia, down sindrome atau hemofilia. Risiko dari tes ini adalah, jika janin diduga memiliki kelainan, ibu akan khawatir dan tidak menjalani kehamilan dengan bahagia.

Sumber: Buku Ayah Bunda: 9 Bulan Yang Menyenangkan, halaman 18.

 

Kader Posyandu sebagai Promotor Kesehatan

Kader Posyandu sebagai Promotor Kesehatan

8 Upaya Suami Bantu Istri Semasa Hamil

8 Upaya Suami Bantu Istri Semasa Hamil