Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Hal Ini Dialami Bayi Saat IMD

Hal Ini Dialami Bayi Saat IMD

rsz_1skin-to-skin2.jpg

Tahukah ibu, di balik proses Inisiasi Menyusu Dini yang dilakukan segera pada bayi baru lahir menyimpan segudang manfaat? Berikut proses atau tahapan IMD yang dilalui oleh bayi serta manfaat yang diperolehnya :

  • Bersihkan bayi dengan handuk kecuali kedua tangannya.

Pada tangan bayi masih melekat cairan ketuban ibu. Bayi akan menghubungkan bau khas cairan ketuban dengan bau yang sama pada puting ibu. Karena bau ini dikeluarkan oleh kelenjar payudara. Bau khas ini pula yang akan merangsang indera penciuman bayi mencari arah puting ibu dalam proses inisiasi menyusu dini.

  • Baringkan bayi dengan posisi tengkurap di antara kedua payudara ibu,  dengan kepalanya lebih rendah dari puting.

Waktu maksimal dalam meletakkan bayi ini sekitar 5 menit setelah lahir. Pada masa ini dianggap bayi mulai dalam kondisi aktif. Ketika bayi ditaruh, mulai terjadi sentuhan kulit ibu dan bayi. Tubuh ibu merupakan sumber kehangatan sehingga suhu tubuh bayipun menjadi lebih baik. Selain itu, bayi juga dapat merasakan dan mendengarkan detak jantung ibu yang membuatnya merasa tenang dan nyaman secara psikis. Untuk menghindari bayi dari kedinginan, ibu dan bayi bisa diselimuti dengan kain hangat dan kepala bayi dipasangkan topi.

  • Menit-menit pertama bayi memasuki tahap relaksasi.

Setelah bayi ditaruh, ibu dapat mengamati perilaku bayi. Ia tampak beristirahat dan mulai melihat-lihat. Ibu dapat merangsang pendengarannya dengan berkata-kata baik dan lembut. Perilaku lain yang bisa ditemui, bayi tampak mendecakkan bibirnya, membawa jarinya ke mulut, dan mengeluarkan air liur.

  • Bayi akan mulai bergerak merangkak mencari puting ibu.

Awalnya mungkin geraknya sedikit dan dari satu gerak ke gerak berikutnya bayi tampak beristirahat. Bayi akan menggerakkan lengan, bahu, dan kepala. Kemudian menggerakkan kaki seperti menendang. Ia bergerak merangkak ke arah puting ibu dengan mengandalkan indera-inderanya. Indera penciumannya akan mencari bau yang khas pada puting ibu. Indera penglihatannya yang masih terbatas bisa melihat warna hitam dan putih. Warna hitam pada areola akan menarik perhatiannya untuk diraihnya. Bayi juga akan menjilati kulit ibu sehingga mendapatkan bakteri baik yang bermanfaat bagi kekebalan tubuhnya.

Saat bayi bergerak merangkak ini ibu bisa menjaga posisinya dengan menyangga punggung bayi. Ibu juga bisa memberi sentuhan dengan mengelus punggung dan kepalanya, sambil membisikkan kata-kata lembut untuk merangsang kemampuan pendengarannya. Jika dalam waktu yang agak lama bayi tampak kesulitan menemukan puting ibu, maka ibu bisa membantu mendekatkannya pada puting.

  • Berhasil menemukan puting ibu

Setelah menemukan puting ibu, bayi akan membiasakan diri dengan mengendus, mencium, dan menjilat payudara ibu, sebelum pada akhirnya menempel dan mengisapnya. Proses pembiasaan ini dapat memakan waktu sekitar 20 menit atau lebih.

Ketika mulai mengisap, bayi akan belajar mengkordinasikan antara isapan, menelan, dan bernapas. Pada proses ini bayi bisa mendapatkan kolostrum. Juga dapat memberikan bayi zat gizi yang dapat mencegahnya dari hipoglikemia. Biarkan bayi menyusui selama 30-60 menit. Setelah beberapa lama menyusu, bayi akan tertidur hingga 1,5 – 2 jam.

Proses atau tahapan IMD yang dilakukan bayi tersebut di atas telah membuat bayi terhindar dari kejadian hipotermia (kondisi tubuh dengan suhu rendah), mencegah bayi dari hipoglikemia (kandungan glukosa darah yang rendah), merangsang kemampuan indera-inderanya, mempunyai kedekatan emosional dengan ibunya,  mendapatkan kolostrum dan bakteri baik yang berguna bagi kekebalan tubuhnya, merangsang kemampuan gerak motorik tubuh, serta gerak mulutnya menjadi lebih baik dan berpengaruh pada kemampuan dan kesuksesannya dalam mengisap ASI.

Infografis: Tenaga Kesehatan Dilarang Memberikan Susu Formula

Infografis: Tenaga Kesehatan Dilarang Memberikan Susu Formula

Bolehkah Ibu yang Sakit Tetap Menyusui?

Bolehkah Ibu yang Sakit Tetap Menyusui?