Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Generasi Sehat untuk Menyambut Bonus Demografi
indonesia-kids-2.jpg

Generasi sehat perlu disiapkan untuk menyambut bonus demografi tahun 2020-2030. Dalam waktu tersebut, jumlah penduduk di Indonesia dengan usia produktif kian dominan. Oleh karena itu, pemerintah menggalakan program pemberian makanan tambahan bagi anak balita di wilayah yang memerlukan. Menteri Kesehatan Nilla Moeloek juga ingin mencapai target jangka panjang pemerintah dalam rangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) dengan pemberian makanan tambahan (PMT).

"Ini daya ungkit untuk menyambut bonus demografi. Program PMT untuk menyiapkan generasi sehat menyongsong itu. Ada waktu menyiapkan generasi sehat," kata Nila di Ponorogo, Jawa Timur, Senin (19/09.

Di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong dan Desa Jambon, Kecamatan Jambon, Nila mendampingin presiden Joko Widodo menbagikan PMT. Desa-desa tersebut dikenal sebagai desa dengan kasus gizi buruk yang tinggi. Dan puluhan tahun lalu, gizi buruk ditandai oleh kondisi fisik warga yang umumnya pendek. Untuk itu, PMT diberikan kepada ibu hamil, anak balita, dan siswa. "Seribu hari kehidupan bayi dari masa kehamilan ibu sampai lahiran adalah masa penting," kata Menteri Nila.

Tetapi, sekarang pemerintah juga sedang bertarung dengan masalah kesehatan yang lain yaitu stanting pada balita di bawah 5 tahun. Anak yang pertumbuhan tingginya tidak sesuai standar tinggi anak seusianya, bisa dikatakan stanting. Khususnya di Kabupaten Ponorogo, angka stanting di anak balita adalah 19.2 persen dengan angka keseluruhan di Jawa Timur di 27 persen.

Kunjungan Presiden

Presiden Joko Widodo ikut mensosialisasikan konsumsi PMT. Adapun PMT yang diberikan berupa biskuit lapis. Presiden memaparkan, masih ada kasus gizi buruk di sejumlah daerah. Masalah itu harus ditangani dan tidak bisa terus dibiarkan karena hal ini akan membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik dengan sumber daya manusia yang berkualitas. "Program ini untuk investasi masa depan kita, investasi sumber daya manusia Indonesia kita ke depan, bukan dipanen sekarang," kata Presiden Jokowi.

Pemerintah menargetkan untuk tidak ada lagi kasus gizi buruk di Indonesia. Sebab, gizi buruk akan menjadi beban sosial pada masa depan yang membutuhkan penanganan jangka panjang. "Untuk memperbaikinya, perlu waktu panjang. Karena itu, sasarannya adalah ibu hamil, anak balita balita, dan anak-anak," kata Presiden.

Sejumlah ibu hamil di daerah itu mengaku bahwa mereka tidak pernah kesulitan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi. Eni Lestari (24), misalnya, mengaku mengonsumsi makanan yang penuh vitamin. Usia kandungan anak pertama Eni sudah 7 bulan dan dia aktif memeriksa kandungannya.

Kepala Desa Karangpatihan Eko Mulyadi menuturkan, sebelumnya faktor kemiskinan menjadi penyebab kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil dan anak balita. Sekarang, penyabab masalah gizi adalah kurangnya informasi. Warga tidak tahu apa yang harus dikonsumsi dan memiliki makanan yang mereka sukai tanpa memperhatikan kandungan gizinya seperti makanan-makanan instan.

Sumber: Kompas, 20 September 2016

Kasus Bebiluck: Ibu Harus tetap Waspada

Kasus Bebiluck: Ibu Harus tetap Waspada

MPASI yang Tepat Agar Anak Tidak Menjadi Picky Eater

MPASI yang Tepat Agar Anak Tidak Menjadi Picky Eater