Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Gempita ASI di  Setra Buah Duku - OKI

Gempita ASI di Setra Buah Duku - OKI

kampanye-oki02.jpg

Duku Komering (OKI), itu nama populer yang sering kita dengar. Siapa yang tidak kenal duku dari Kabupaten OKI. Rasa duku komering  yang dashyat, hingga bisa dikenal sampai ke ujung Papua. Namun, kali ini geliat OKI tidak saja tentang duku, namun lebih hebat lagi yaitu tentang ASI.

Kemeriahan memperingati bulan ASI dilaksanakan di Kecamatan Jejawi, pada hari senin, 29 Agustus 2016, yang dipusatkan di balai Desa Jejawi. Lebih dari 100 orang ibu – ibu menyusui yang membawa balita mereka dan hadir juga kader dari desa-desa sekitar datang ke balai Desa Jejawi untuk bergembira dan berbagi pengalaman tentang ASI.

Kemeriahan ini adalah bagian dari kegiatan Kampanye Gizi Nasional (KGN) yang didukung oleh MCA-I (Millenium Challange Account-Indonesia) dan Kemenkes. Berbagai aktifitas dilakukan dalam kegiatan ini, seperti : pemaparan materi tentang peran pemberian ASI dalam mencegah stanting disampaikan oleh  Bapak Mudazir – Kasie Gizi dan materi selanjutnya tentang IMD – Inisiasi Menyusui Dini, ASI Ekslusif  dan pemberian ASI selama dua tahun disampaikan oleh Ibu  Resy Syamtarina - Kasie Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten OKI.

Pertemuan berlangsung dengan meriah dan menyenangkan. Peserta pertemuan secara aktif mengajukan pertanyaan mengenai beberapa mitos dan kekawatiran seputar ASI. Misal ibu Emwa dari Dusun Danau Ceper, bertanya, “ ...kalo terus-terus menyusui, apakah payudara bisa jadi kendor?”, pertanyaan ini ditanggapi dengan riuh oleh peserta lainnya.

Kemudian Pak Mudazir memberikan penjelasan,” Tidak benar, kalau menyusui payudara jadi kendor (karena menyusui),  sebaliknya dengan menyusui payudara semakin kencang karena ototnya terlatih dan lebih penting bisa menghindarkan dari potensi terserang kanker payudara,” lanjutnya, "lalu pilih mana menyusui atau bisa terkena kanker payudara ?” yang dijawab dengan semangat oleh peserta,” MENYUSUI !!!”

Mitos-mitos yang tidak tepat mengenai menyusui ternyata masih dipercaya oleh banyak ibu di wilayah ini, misalnya ibu Eni yang bertanya, “ payudara kecil, apa bisa  ASI yang cukup buat anak?”. Hal ini kemudian dijawab dengan baik oleh Ibu Resi,” Yang membuat payudara lebih besar itu adalah lemak, dan lemak bukan memproduksi ASI, jadi tidak ada hubungan besarnya payudara dan produksi ASI, besar atau kecil (payudara) pasti bisa memproduksi ASI yang cukup.”

Kegiatan ini juga diliput  oleh Radia Kayuagung, FM 94,6, serta dilakukan kegiatan talkshow untuk mengkampanyekan informasi pentingnya ASI untuk mencegah stanting pada Balita di Kabupaten OKI. Palembang, 29/8/2016.

 

DPRD Landak Berkomitmen Untuk Mencegah Stanting

DPRD Landak Berkomitmen Untuk Mencegah Stanting

Lancarkan ASI Dengan Inisiasi Menyusui Dini: Sepotong Cerita dari Landak

Lancarkan ASI Dengan Inisiasi Menyusui Dini: Sepotong Cerita dari Landak