Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Empat Cara Atasi Susah Buang Air Besar pada Bayi

Empat Cara Atasi Susah Buang Air Besar pada Bayi

segiempatcom.jpg

Susah buang air besar  atau istilahnya sembelit bisa dialami pada bayi. Umumnya sembelit dialami pada bayi-bayi yang tidak mengonsumsi ASI. Bayi dikatakan sembelit bila kelihatan jarang buang air besar. Ibu bisa perhatikan bagaimana pola buang air besarnya. Normalnya, buang air besar dilakukan setiap hari atau paling tidak dalam seminggu tiga kali. Jika polanya tidak seperti itu, ada kemungkinan bayi mengalami sembelit. Apalagi bila ada tanda-tanda lain seperti selalu menangis setiap kali ingin buang air besar. Ketika buang air besar bayi kelihatan mengedan kuat dan tampak kesakitan. Begitu keluar feses atau tinjanya kelihatan berupa bongkahan kecil yang keras.

Bayi yang mengalami sembelit cenderung akan menahan atau menunda untuk buang air besar. Kondisi ini tentu akan menambah parah sembelitnya. Selain itu berdampak tak baik pula bagi kesehatannya. Maka itu  harus mengenali perilaku bayi yang mengalami sembelit.

Penyebab sembelit pada bayi ada beberapa kemungkinannya. Pada bayi yang mendapatkan susu formula, ini bisa disebabkan karena konsumsi susu formulanya. Susu formula lebih sulit dicerna ketimbang ASI. Hal ini bisa menyebabkan feses menjadi keras dan kemungkinan sembelit pada bayi cukup besar.

Kondisi susah buang air besar biasanya dialami pula oleh bayi yang sudah mulai mengonsumsi makanan padat. Pada menu makanan padat yang diberikan kurang mengandung serat, seperti sayuran dan buah-buahan. Penyebab lainnya yaitu bayi kurang mendapat asupan cairan atau malas minum, Ini bisa tampak dari kondisi mulutnya, bibir yang tampak kering dan bagian lidahnya yang tampak ada lapisan bekas susu berwarna putih.

Lantas bagaimana upaya yang harus dilakukan orangtua? Mungkin belum semua orangtua paham cara mengatasi sembelit pada bayinya. Ada empat cara yang dapat orangtua lakukan, antara lain :

  • Ganti susu formula

Pada bayi yang mendapatkan susu formula, mungkin bisa diupayakan dengan pemberian susu formula yang lebih encer dengan menambahkan cairan pada susu formula. Jika masih tidak berhasil, cobalah ganti susu formula tersebut dengan merek lainnya. Sebaiknya, orangtua konsultasikan pada dokter.

  • Perhatikan asupan makan padatnya

Berikan makanan mengandung serat dalam menu makanan padatnya seperti sayur-sayuran. Contohnya, bayam yang kaya akan serat. Berikan pula buah-buahan. Beberapa buah-buahan yang dianggap sebagai pencahar alami seperti buah pir, apel, cherry, dan plum. Buah-buahan ini bisa diberikan dalam bentuk jus.

  • Lakukan pijat bayi

Ibu bisa memberikan pijatan atau menekan-nekan lembut bagian perut bayi. Lakukan pijatan ini di saat memandikan bayi dengan air hangat atau ketika setelah bayi mandi. Pijat diakukan untuk memperlancar pergerakan makanan di usus bayi. Tekanan lembut juga dapat membantu pengeluaran feses atau tinjanya.

  • Minta bantuan dokter

Jika berbagai upaya sudah ibu coba lakukan, namun bayi masih tetap tak nyaman dan kesakitan setiap kali buang air besar, maka sebaiknya ibu membawa segera bayinya ke dokter untuk dapat ditangani.

Cara Mengajak Anak untuk Rajin Gosok Gigi

Cara Mengajak Anak untuk Rajin Gosok Gigi

Ketika Bayi Usia 9 Bulan, Ibu Harus Memperhatikan Makanannya

Ketika Bayi Usia 9 Bulan, Ibu Harus Memperhatikan Makanannya