Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Efektifitas Kelas Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stanting

Efektifitas Kelas Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stanting

berita_180715_800x600_Sekolah_Ibu_Hamil.jpg

Menurut Kementrian Kesehatan, program pembangunan kesehatan di Indonesia kini masih diprioritaskan pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok ibu hamil, bersalin, dan bayi. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kelas Ibu Hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu dan bayi dengan bentuk yang lebih interaktif. Kelas ini lebih dalam bentuk tatap bukan dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan persalinan, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, kelas ibu hamil bisa jadi lebih bermanfaat dibanding dengan konsultasi perorangan.

Kelas Ibu Hamil bisa difasitlitasi oleh bidan atau tenaga kesehatan lainnya dengan menggunakan paket Kelas Ibu Hamil yaitu Buku KIA, Flip chart, Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil dan bahkan Buku Senam Ibu Hamil. Pelaksanaan kelas ibu hamil dapat dikembangkan sesuai dengan fungsi dan peran pada masing=masing level yaitu provinsi, kabupaten, puskesmas hingga sampai ke posyandu.

Provinsi :

  • Menyiapkan tenaga pelatih
  • Mendukung pelaksanaan kelas ibu hamil (sarana dan prasarana)
  • Monitoring dan evaluasi.

Kabupaten :

  • Menyiapkan tenaga fasilitator kelas ibu hamil
  • Bertanggung jawab atas terlaksananya kelas ibu hamil (dana, sarana dan prasarana)
  • Monitoring dan evaluasi.

Puskesmas :

  • Kepala Puskesmas sebagai penanggung jawab dan mengkoordinir pelaksanaan kelas ibu hamil di wilayah kerjanya.
  • Bidan/tenaga kesehatan bertanggung jawab dalam pelaksanaan kelas ibu hamil (identifikasi calon peserta, koordinasi dengan stake holder, fasilitasi pertemuan, monitoring, evaluasi dan pelaporan)

Para bidan dapat memberitahu para ibu-ibu atas pentingnya menjaga hal-hal seperti pola makan serta hidup yang sehat agar sang ibu dan bayi dalam kandungan jauh dari bahaya apapun. Para suami juga dapat dilibatkan dalam kelas ini sekali-kali agar mereka bisa memantau perkembangan istri mereka semasa hamil.

Kelas ibu hamil juga dapat berkontribusi dalam pencegahan stanting sebagai akibat dari kekurangan gizi terutama pada 1,000 Hari Pertama Kehidupan (1,000 HPK).  Sosialisasi tentang masalah stanting dapat dilakukan oleh para pelatih dengan mengadakan satu kelas khusus seputar gizi. Di sini para ibu hamil juga bisa mendapatkan informasi tentang pentingnya ASI dalam menjadi menu utama bagi seorang bayi serta berbagai tips lainnya. Karena kelas ibu hamil lebih interaktif, para ibu bebas bertanya dan berbagi opini sehingga semua dapat belajar dan memberi masukkan. Semoga dengan sosialisasi yang baik, kelas ibu hamil dapat menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyebar permasalahan seperti stanting yang dapat membahayakan generasi bangsa. 

(Sumber: Kementrian Kesehatan RI, Hamilplus.com)

Program Generasi Sehat dan Cerdas Jangkau 5754 Desa

Program Generasi Sehat dan Cerdas Jangkau 5754 Desa

Puskesmas di Kota Depok Bakal Jadi RSUD

Puskesmas di Kota Depok Bakal Jadi RSUD