Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

DPRD Jatim : Atasi Gizi Buruk, Anggaran 2,2 M Tak Cukup

DPRD Jatim : Atasi Gizi Buruk, Anggaran 2,2 M Tak Cukup

DPRD-Jatim-Atasi-Gizi-Buruk.jpg

  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran Rp 2,2 miliar per tahun untuk memerangi masalah gizi buruk. Menurut anggota Komisi E DPRD Jatim, Moch Eksan menilai anggaran untuk menangani gizi buruk sangat minim, sehingga wajar kalau angka balita gizi buruk di Jatim naik turun setiap tahunnya. Ini membuktikan program penanggulangan gizi buruk tidak efektif dan tidak maksimal.

“Ke depan, kalau ingin angka gizi buruk turun, pemprov harus melipatgandakan anggaran penanganan gizi buruk,” ujarnya. Selain itu, kata Eksan, usaha penanganan gizi buruk harus terpadu. Pemprov Jatim harus menggandeng pemerintah pusat dan kota/kabupaten untuk sama-sama memerangi gizi buruk.

Dikatakannya, nilai anggaran penanganan gizi buruk yang hanya Rp 2,2 miliar per tahun sangat kurang. Problem ini juga berkait dengan kondisi ekonomi Jawa Timur yang menurun pertumbuhannya. Otomatis, ini mengurangi daya beli masyarakat, terutama masyarakat bawah yang ekonomi rentan terhadap goncangan krisis.

Eksan mengusulkan agar Pemprov Jatim membuat satuan petugas (satgas) penanggulangan gizi buruk, yang merupakan gabungan dari pemprov, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Satgas bertugas menginventarisasi jumlah balita dan memetakan wilayah yang rentan terkena gizi buruk. Dengan begitu cara pencegahan dan penanganan masalah gizi buruk lebih mudah dan tertata. Program edukasi untuk orangtua juga semakin mudah.

“Kalau ada penanganan terpadu, kasus gizi buruk di Jatim akan berkurang. Kalau angka gizi buruk masih tinggi, seharusnya kita malu karena selama ini Jawa Timur dianggap lumbung pangan nasional,” katanya.

(Sumber : Surabaya.tribunnews.com)

 

UNICEF : Masalah Gizi Pada Anak di Kuba 0%

Kemenkes Bantu Pembangunan Puskesmas Padang Panjang

Kemenkes Bantu Pembangunan Puskesmas Padang Panjang