Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Dinkes Berupaya Tekan Angka Stanting

Dinkes Berupaya Tekan Angka Stanting

borneonews.jpg

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya menekan angka gizi buruk. Hasil pendataan menunjukkan masih ada balita mengalami stanting atau tubuh pendek karena kekurangan gizi. “Penyebab anak stanting dipengaruhi asupan gizi pada masa kandungan. Sebab kebutuhan gizi ibu hamil lebih besar dibandingkan dengan perempuan pada umumnya," kata Kepala Dinkes Kotim, Faisal Novendra Cahyanto (11/5/2016).

Menurutnya, kebutuhan gizi pada ibu hamil sangat penting bagi kesehatan ibu dan janin. Paling tidak ibu hamil membutuhkan 2150-2250 kalori perhari. “Asupan gizi ibu harus seimbang. Artinya, tidak kurang atau berlebihan. Jika kurang, akan berdampak pada bayi yang dikandungnya,” jelas dia.

Kurangnya asupan gizi ibu hamil dilatarbelakangi berbagai faktor seperti faktor ekonomi dan ketidaktahuan ibu hamil atas kebutuhan asupan gizi selama hamil. Padahal pengetahuan ibu tentang gizi saat hamil sangat penting. Lalu, kesibukan ibu sehingga tidak memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya juga menjadi penyebab. Padahal untuk mendapatkan gizi ideal, bayi harus diberi ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Setelah itu, diberi makanan pendamping ASI," ujar Faisal.

Menurutnya, Pemkab Kotim telah memiliki peraturan daerah (Perda) tentang kewajiban memberikan ASI eksklusif. Melalui perda ini kebutuhan ibu hamil dan menyusui lebih diperhatikan, karena kesehatan ibu berpengaruh besar terhadap kesehatan anak. "Pengetahuan akan asupan gizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan lainnya akan terus disosialisasikan. Kami juga terus menyosialisasikan agar kantor pemerintahan, mal dan lainnya memiliki ruang pojok ASI," kata Faisal.

(Sumber : borneonews.co.id)

 

 

Anemia pada Balita Meningkat

Anemia pada Balita Meningkat

Pemkot Bekasi Adopsi Sistem Sanitasi Filipina

Pemkot Bekasi Adopsi Sistem Sanitasi Filipina