Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Demi ASI Eksklusif, PNS Perempuan di Aceh Dapat Cuti Melahirkan 6 Bulan

Demi ASI Eksklusif, PNS Perempuan di Aceh Dapat Cuti Melahirkan 6 Bulan

emosi-ibu.jpg

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 49 Tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Dalam peraturan tersebut, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Tanah Rencong mendapatkan cuti hamil dan melahirkan selama 6 bulan.

Pergub cuti hamil dan melahirkan juga berlaku untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau tenaga honor dan tenaga kontrak perempuan. Mereka mendapatkan cuti selama 20 hari sebelum melahirkan dan 6 bulan sesudan melahirkan untuk pemberian ASI eksklusif.

Pergub cuti hamil dan melahirkan juga berlaku bagi suami dari PNS, PPK, tenaga honorer dan kontrak perempuan. Mereka juga diberikan cuti selama tujuh hari sebelum istri melahirkan dan tujuh hari etelah istri melahirkan.

“Diterbitkannya Pergub ini, tidak terlepas dari keinginan semua pihak untuk mequjudkan generasi Aceh ke depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Zaini dalam keterangan yang tertulis yang diterima detik.com, Sabtu (03/09).

Pergub yang mengatur tentang pemberian ASI eksklusif ini diterbitkan pada pertengahan Agustus lalu. Pada BAB VI Pasal 28 juga disebutkan, jika PNS, PPPK atau tenaga kontrak dan honor perempuan tidak mengajukan cuti hamil, maka 20 hari cuti hamil akan ditambahkan ke cuti melahirkan. Sedangkan cuti bagi suami akan dihitung sebagai cuti tahunan pada tahun tersebut.

Pada pasal 29 disebutkan, perusahaan di Aceh wajib memberikan cuti hamil dan melahirkan bagi pekerja atau buruh perempuan. Ketentuan cuti bagi pekerja atau buruh dilaksanakan sesuai peraturan perusahaan atau melalui perjanjian antara serikat pekerja dengan pengusaha.

Menurut Zaini, Pergub ini merupakan bentuk dari pengakuan terhadap nilai-nilai kemanusiaan karena kaum wanita harus mendapatkan perlakuan istimewa, selama masa pemberian ASI eksklusif kepada bayi.

“Sebagaimana diketahui, tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh asupan ASI yang didapat sejak dini. Pekerjaan akan menimbulkan stres bagi sang ibu, hal ini tentu saja berpengaruh buruk pada ASI yang dihasilkan. Buruk kualitas ASI, maka buruk pula supan yang diterima sang bayi,” tambah gubernur.

Gubernur menambahkan, selain untuk memberikan ASI yang benar-benar eksklusif, Pergub ini juga berutjuan untuk membangun kedekatan hubungan antara emosional antara anak dan ibu. Ini dikarenakan hormon oksitosin, atau hormon “kasih sayang”  yang keluar saat ada skin-to-skin contact antara bayi dan ibu. Hal ini juga sangat menentukan perkembangan jiwa anak di masa depan.

“Dalam Pergub ini juga terdapat Pengaturan Inisiasi Menyusui Dini dan Pemberian Air Susi Ibu Eksklusif, yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI segera setelah dilahirkan sampai dengan usia enam bulan,” kata gubernur.

Selain itu, Pergub ini juga menjamin kewajiban Ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, meningkatkan peran keluarga, masyarakat dan Pemerintah Aceh dalam pemberian ASI Eksklusif, memberikan perlindungan secara hukum dan memberi kesempatan bagi bayi untuk mendapatkan hak dasarnya untuk mendapatkan ASI.

“Dengan dikeluarkannya Pergub in ijuga diharapkan dapat menurunkan angka stanting, atau tinggi badan terhadap umur di bawah rata-rata, dan terakhir, yang juga sangat penting adalah meningkatkan intelegensia bagi anak,” ungkap Zainin dilansir detik.com.

Pada 24 Agustus lalu, Zaini menyerahkan SK cuti hamil perdana kepada Yenni Linda Yanti, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini bekerja sebagai staf ruang bedah pada Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Ibu dan Anak. Ia mendapat jatah cuti hamil 20 hari dan cuti melahirkan selama 6 bulan,”

Sumber: Riau.bisnis.com

Kebun Keluarga: Peran Masyarakat dalam Pencapaian Gizi Seimbang

Kebun Keluarga: Peran Masyarakat dalam Pencapaian Gizi Seimbang

Berita: Cuti Menyusui Enam Bulan Bisa Diadopsi Nasional

Berita: Cuti Menyusui Enam Bulan Bisa Diadopsi Nasional