Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Daun Kelor Bergizi Tinggi,  Bisa Diolah Untuk MPASI

Daun Kelor Bergizi Tinggi, Bisa Diolah Untuk MPASI

daun-kelor-.jpg

Mungkin tak banyak orang yang tahu seperti apa bentuk daun kelor. Masyarakat masih jarang yang mengonsumsinya sebagai sayuran. Tidak seperti halnya sayuran berwarna hijau lain yang biasa dimasak dan dikonsumsi.

Kalau ada peribahasa, dunia tidak selebar daun kelor. Maka, jangan bayangkan lebarnya daun kelor tersebut. Kenyataannya, daun  kelor berukuran kecil-kecil daunnya dan bentuknya agak bulat lonjong. Satu tangkainya terdiri dari daun kelor yang majemuk atau banyak.

Penelitian mengenai daun kelor ini sudah ada dari tahun 1980. Berdasarkan banyak penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa daun kelor mempunyai banyak manfaat termasuk untuk kesehatan. Bahkan daun kelor bisa digunakan untuk bahan makanan alternatif dalam memenuhi gizi anak. Karena mengandung banyak zat-zat gizi penting di dalamnya seperti protein, zat besi, dan vitamin.

Seperti diketahui, pemenuhan zat-zat gizi sangat penting bagi usia bayi dan anak yang sedang masa pertumbuhan. Mereka membutuhkan kecukupan energi, vitamin, dan mineral untuk tumbuh kembangnya. Kecukupan gizi pada anak nantinya akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Organisasi kesehatan dunia atau WHO juga menganjurkan konsumsi daun kelor ini sebagai bahan makanan anak, karena di dalamnya ukuran gramnya daun ini terkandung zat-zat gizi antara lain :

  • Potassium 3 kali dari yang terdapat dalam pisang.
  • Kalsium 4 kali lebih banyak dari susu
  • Vitamin C 7 kali lebih banyak dari jeruk
  • Vitamin A 4 kali lebih banyak daripada wortel
  • Proteinnya 2 kali daripada susu

        Jadi, jangan anggap remeh daun kelor ini. Ibu bisa mengolah bahan makanan daun kelor ini sebagai makanan pendamping ASI (MPASI).  Bisa dijadikan sayur bening seperti halnya sayur bayam, misalnya. Hidangkan dalam menu makanan anak. Jika ibu kreatif bahan daun kelor ini bahkan mungkin bisa diolah menjadi beragam bentuk olahan sayuran atau camilan.

6 Langkah Mudah Menyusun Menu MPASI

6 Langkah Mudah Menyusun Menu MPASI

Mengapa Stanting Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Mengapa Stanting Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung