Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Dampak Stanting Pada Anak Tak Hanya Fisik

Dampak Stanting Pada Anak Tak Hanya Fisik

gayahidup-inilah-com-dampak-perawakan-pendek.jpg

Stanting atau anak pendek menjadi masalah serius di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara dengan prevalansi wasting (perawakan kurus) dan stanting atau pendek, yang tinggi pada balita. Selain jumlahnya cukup tinggi di Indonesia, stanting menggambarkan kondisi kekurangan gizi. Dampaknya bukan hanya fisik saja tapi juga pada fungsi kognitif. Dampak jangka  panjang stanting menjadi pencetus penyakit tidak menular ketika dewasa.

"Masalah stanting tidak hanya berhenti pada masalah tinggi badan saja. Tanpa asupan zat gizi yang cukup, kekurangan zat besi dan asam amino dalam jangka pendek berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Kekurangan zat gizi dalam jangka panjang seperti zat besi, yodium, zink, dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ. Selain itu berisiko penyakit seperti obesitas, diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis," jelas Dr. Attila Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak.

Hal senada disampaikan Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes Doddy Izwardy. Menurutnya, stanting merupakan persoalan gizi paling serius, karena sulit diatasi. Hanya 10 % stanting disebabkan oleh genetik (keturunan) dan sisanya 90 % karena gaya hidup, termasuk pola makan dan lingkungan.

(Sumber : Suara Pembaruan)

Bayi 6 Bulan Lebih Bisa Alami Gizi Kurang

Bayi 6 Bulan Lebih Bisa Alami Gizi Kurang

Hidup Sehat dan Sejahtera Bagi Semua Usia