Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Daerah Terpencil Kurang 42 Ribu Tenaga Kesehatan

Daerah Terpencil Kurang 42 Ribu Tenaga Kesehatan

antarafoto-menkes-tinjau-pelayanan-kesehatan-220216-ief-2-1.jpg

Menteri Kesehatan (Menkes)  Nila Djuwita F. Moeloek, menilai perlunya penambahan sekitar 42.000 tenaga kesehatan untuk disebar ke masing-masing daerah terpencil se-Indonesia. “Tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, sanitasi lingkungan, dan ahli gizi, sangat minim untuk daerah pelosok. Ini karena banyak lulusan kesehatan belum tertarik mengabdi ke daerah terpencil,” ujarnya dalam kunjungan kerja di Kuta, Rabu (13/4/2016). Menkes yang saat itu membuka lokakarya dan rapat kerja nasional Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), menjelaskan bahwa mereka yang mau ke daerah terpencil akan langsung diangkat menjadi pengawai negeri sipil (PNS).

“Itu untuk menggugah minat tenaga kesehatan guna mengabdi ke daerah pelosok dan puskesmas. Jumlah petugas kesehatan lingkungan masih sangat kurang dibandingkan dengan profesi kedokteran,” ujarnya.

Ke depannya, Nila akan mencoba menjaring lulusan dari sekolah perguruan tinggi di Indonesia untuk ikut menjadi petugas sanitarian sukarela di daerah pelosok. Untuk itu, Nila meminta HAKLI untuk mendata petugas kesehatannya agar ikut mengisi kekosongan petugas sanitarian (Kesling) didaerah pedalaman.

Pihaknya juga meminta kepada Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Perawat Indonesia, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia dan perhimpunan kesehatan lainnya untuk mendata kebutuhan tenaga kesehatan yang diperlukan di daerahnya. “Upaya ini dilakukan, agar serapan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada mayarakat dapat berjalan optimal. Kita akan petakan dulu jumlah keseluruhan tenaga kesehatan ini sehingga dapat diketahui berapa kebutuhannya,” katanya. (ANT)

(Sumber : beta.tirto.id)

 

Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Diberi MPASI

Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Diberi MPASI

Tingkatkan Kader Posyandu Melalui Pelatihan

Tingkatkan Kader Posyandu Melalui Pelatihan