Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cintai Anak, Cintai Pangan Lokal

Cintai Anak, Cintai Pangan Lokal

panganlokal.jpg

Setelah bayi berusia 6 bulan, ia membutuhkan lebih dari ASI untuk mencukupi gizi bayi secara lengkap, karena tubuhnya yang berkembang. Oleh karena itu, ia membutuhkan tambahan makanan lain untuk mencukupi nutrisi atau gizinya. Makanan yang disebut ini adalah makanan pendamping ASI.

Tetapi, seringkali para ibu belum sepenuhnya memahami tentang MPASI. Sehingga, seringkali kita temukan di sekitar kita, ibu yang memberikan makanan pendamping ASI ketika bayi berusia kurang dari 6 bulan. Apalagi dengan gencarnya promosi produk MPASI instan, ibu akan lebih mudah untuk terpengaruh. Tetapi, belum tentu MPASI yang instan cocok dikonsumsi oleh semua bayi di Indonesia.

Dalam seminar “Ayo Dukung Ibu Menyusui” di Kabupaten Landak, Kalimantan Tengah, Dr. Utami Roesli memaparkan 7 rekomendasi dari World Health Assembly (WHA) tahun ini dalam rangka Pekan ASI Sedunia bulan lalu. Sekarang, WHA merekomendasikan bahwa:

Bayi dan anak diberikan makanan yang sesuai, kaya gizi, dan yang paling penting, buatan rumah, dan tersedia lokal yang disiapkan dan disajikan secara aman. Indonesia, sebagai negara yang tropis memiliki jenis makanan yang bervariatif.

“Jadi, bayi harus diberikan makanan lokal, makanan rumah. Ya, seperti ubi, bayam, kentang. Bukan semua yang serba instan,” ujar Dr. Utami Roesli.

Seringkali, membuat MPASI sendiri ini sering membuat ibu merasa repot, apalagi untuk ibu bekerja. Memang, walaupun MPASI yang direkomendasikan adalah MPASI lokal, ibu tidak bisa ‘sembarangan’ dalam memilih bahan makanan. Tetapi, seorang ibu tidak perlu khawatir karena banyak makanan pendamping yang mudah dibuat tanpa melupakan gizi yang ada didalamnya. Dan ini, kita akan bahas perlahan-lahan dalam beberapa artikel ke depan dalam bulan September, yang serba MPASI.

Semoga bermanfaat!

Mencampur ASI dalam MPASI

Mencampur ASI dalam MPASI

Penyebab dan Kebiasaan Balita Susah Tidur Nyenyak

Penyebab dan Kebiasaan Balita Susah Tidur Nyenyak