Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cek Kondisi Jantung Sebelum Hamil

Cek Kondisi Jantung Sebelum Hamil

thinkstock.jpg

Kesehatan jantung merupakan salah satu hal penting untuk diperhatikan kaum wanita sebelum memutuskan hamil. Kehamilan menuntut tubuhnya memberi ekstra sirkulasi darah bagi janin. Jika jantung sebagai pemompa sirkulasi darah bermasalah, kebutuhan sirkulasi darah ekstra tak bisa tercukupi. Sayangnya, menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Basuni Radi, banyak wanita yang baru ketahuan memiliki masalah jantung ketika sudah telanjur hamil. Mereka tidak melakukan pemeriksaan sebelumnya dan baru ke dokter ketika merasakan gejala mengganggu. “Pada wanita sering kali penyakit jantung tidak diketahui hingga saat mereka hamil dan merasakan gejala mengganggu,” ujarnya.

Beberapa ciri wanita hamil memiliki gangguan jantung antara lain sering batuk, jantung berdebar, tidur tidak nyenyak dan sering terbangun, cepat lelah, serta tidak bisa tidur telentang. “Jika mengalami gejala itu, sebaiknya ibu bertanya ke dokter kandungan apakah perlu berkonsultasi ke dokter jantung.”

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Antonia Anna Lukito juga menjelaskan bahwa penyakit jantung pada wanita tidak selalu penyakit jantung koroner (penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung). Bisa juga berupa kelainan katup, irama denyut, otot jantung, dan penyakit jantung bawaan.

“Bila gangguan jantung diketahui setelah hamil, terminasi atau penghentian kehamilan bisa saja dilakukan atas alasan medis. Misal, ibu punya penyakit jantung bawaan yang membuat kadar oksigennya rendah sekali. Jangankan untuk janin, untuk diri sendiri saja tidak cukup. Bayangkan bila harus berbagi dengan janin,” paparnya.

Karena itu, idealnya sebelum hamil wanita meme­riksakan kondisi jantungnya. Bukan berarti saat terdeteksi memiliki penyakit jantung lantas tidak boleh hamil sama sekali. Pada beberapa kondisi, wanita tetap dibolehkan hamil, dengan pemeriksaan intensif pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini untuk menentukan apakah aman melahirkan secara normal, atau harus melalui operasi caesar, atau kelahiran dipercepat dengan peralatan medis tertentu.

“Bila wanita mengidap jenis penyakit jantung yang berisiko tinggi saat hamil, sebaiknya ikuti saran dokter. Jika dipaksakan, tak hanya berisiko pada ibu, anaknya pun akan meninggal karena kekurangan oksigen,” imbuh Antonia.

(Sumber : mediaindonesia.com)

Pendidikan Kunci Mencegah Pernikahan Dini

Pendidikan Kunci Mencegah Pernikahan Dini

21 Balita di Kota Malang Alami Gizi Buruk

21 Balita di Kota Malang Alami Gizi Buruk