Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Tangani Bayi Kolik

Cara Tangani Bayi Kolik

Penyakit-Flu-Bisa-Menyerang-Bayi-6-Sampai-12-Bulan1.jpg

Cara Tangani Bayi Kolik

Pernahkah ibu mengalami bayinya yang sehat tiba-tiba menangis kencang dalam waktu beberapa lama dan kemudian berhenti sebentar dan kembali lagi menangis? Tangisan bayi yang berlangsung cukup lama mungkin membuat ibu bingung. Apa yang sebenarnya dialami si kecil ini dan apa yang harus ibu lakukan dalam menghadapinya?

Jika ibu melihat bahwa bayinya menangis bukan karena popoknya basah, rasa lapar ingin menyusu, maka berarti menandakan ada kondisi lain yang tak nyaman pada dirinya. Bayi menangis kencang dalam waktu lama dan bahkan mungkin berjam-jam, bisa berarti bayi mengalami kolik.

Kolik merupakan suatu kondisi tak nyaman karena ada gangguan pada bagian pencernaannya. Paling sering kolik ditemui pada bayi berusia beberapa minggu atau bulan. Umumnya di bawah usia 4 bulan. Penyebab kolik pada bayi akibat gangguan pada usus seperti karena masuk angin atau usus sensitif terhadap bahan tertentu semisal susu sapi. Maka itu, kolik lebih berpotensi terjadi pada bayi yang mengonsumsi susu formula. Kebanyakan bayi kolik mengalaminya menjelang malam hari.

Selain menangis keras dalam waktu lama, ciri bayi yang mengalami kolik yaitu wajahnya tampak memerah ketika menangis, tangannya mengepal, jika diraba perutnya terasa agak keras dan kembung, lututnya tampak ditarik ke arah perut dan punggungnya melengkung.

Sebetulnya, kolik merupakan hal yang normal dialami bayi. Bisa saja kolik terjadi secara berulang, misalnya bayi mengalaminya dalam seminggu 3 kali. Kolik dapat menghilang dengan sendirinya. Kolik juga tidak berdampak buruk untuk jangka waktu panjangnya.

Untuk penanganan bayi kolik tidak ada cara yang spesifik atau khusus. Ibu bisa mengupayakannya dengan cara :

  • Mengendong dan menenangkan bayinya.
  • Tidak perlu menguncang-guncang tubuh bayi ketika ia menangis.
  • Mengusap-usap atau memijat lembut bagian perut bayi.
  • Boleh saja memberinya minyak penghangat pada bagian perut atau tubuhnya agar lebih nyaman.
  • Bawa bayi ke ruang yang lebih nyaman, kondisinya sejuk dan tidak ramai orang.

Untuk mencegah agar bayi tidak mengalami kolik, antara lain :

  • Berikan bayi ASI eksklusif selama 6 bulan.
  • Setiap kali bayi selesai menyusu ASI, sebaiknya disendawakan. Gendong bayi dalam posisi tegak dengan kepala dan leher yang disangga dengan baik. Tepuk-tepuk lembut dan perlahan bagian punggungnya sampai terdengar bunyi udara yang keluar.
  • Ibu yang menyusui sebaiknya memerhatikan makanannya. Hindari makanan yang pedas-pedas, minuman teh, dan kopi.

Jika ibu melihat bayi kolik disertai tanda-tanda lain seperti muntah-muntah, tampak terkulai lemas, demam, ada gangguan pernapasan, atau mengalami kejang, maka segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Tips Menyusui Setelah Melakukan Persalinan Caesar

Tips Menyusui Setelah Melakukan Persalinan Caesar

Ingin Memantau Pertumbuhan Bayi? Ke Posyandu Saja!

Ingin Memantau Pertumbuhan Bayi? Ke Posyandu Saja!