Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Olah Daging Untuk MPASI

Cara Olah Daging Untuk MPASI

96b7b70327959737c01f32941fbdb2a1.jpg

Orangtua masih jarang loh, memberikan MPASI bayi dengan bahan pangan daging, terutama daging sapi (daging merah). Umumnya karena daging dianggap memiliki tekstur yang sulit dikunyah dan harganya pun relatif lebih mahal. Karena tidak dikenalkan sejak dini, maka anak menjadi tidak terbiasa mengonsumsi daging.

Padahal, daging mengandung protein tinggi yang mudah diserap. Selain itu mengandung zat gizi lain seperti asam lemak Omega 3, vitamin D yang berguna untuk kesehatan tulang dan gigi, vitamin B kompleks, zat besi tinggi yang bermanfaat untuk pembentukan sel-sel darah merah, mengandung seng tinggi, dan lain sebagainya.

Pemberian MPASI dengan bahan daging sudah bisa diberikan ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Umumnya pemberian MPASI dengan bahan pangan daging dikenalkan pada bayi mulai usia 7 bulan. Tentunya penberiannya dengan memperhatikan konsistensi makanannya yang sesuai dengan usia bayi. Sebaiknya MPASI dengan daging bisa diberikan secara rutin dalam menu makan bayi, misalnya seminggu sekali, sehingga nantinya anak terbiasa dalam mengonsumsi daging.

Seperti apa cara mengolah daging yang tepat untuk MPASI? Perhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Pilihlah daging yang bagian lemaknya sedikit, umumnya seperti daging bagian has luar atau paha belakang.
  • Gunakan daging yang sudah dicacah lembut atau daging giling halus.
  • Olah daging giling tersebut dengan cara direbus hingga matang. Air kaldunya bisa digunakan pula untuk campuran bubur/nasi lembek. Lalu campurkan dengan daging yang sudah matang dan kemudian dihaluskan/ disaring/diblender. Kepekatan makanannya disesuaikan dengan usia bayi.
  • Jika bayi sudah bisa mengunyah (mempunyai gigi), bisa makan biskuit, makan buah yang dipotong-potong, atau makan makanan keluarga, maka bayi sudah bisa diberi MPASI dengan potongan daging kecil-kecil yang mudah dikunyah. Potongan daging kecil tersebut bisa dijadikan sop dengan sayur, dicampurkan dalam nasi tim, dan lain-lain.
  • Pemberian bumbu seperti garam dan gula untuk memberikan rasa pada MPASI bisa diberikan secukupnya.
  • Hindari pemberian daging olahan seperti daging asap, sosis, nugget, dan bakso. Karena khawatir dengan kandungan garam serta zat kimia atau pengawet lainnya. 
  • Daging juga berpotensi menimbulkan alergi. Jadi ketika memberikan MPASI dengan bahan pangan daging dilihat pula kemungkinan bila terjadi alergi pada bayi, seperti munculnya ruam kulit atau diare. Jika ada kemungkinan muncul alergi maka hentikan sementara pemberiannya.
Tanda Perkembangan Anak yang Terlambat

Tanda Perkembangan Anak yang Terlambat

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB