Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Mudah Perah ASI Pakai Tangan

Cara Mudah Perah ASI Pakai Tangan

Tips-Menyimpan-ASI-yang-Benar.jpg

Cara Mudah Perah ASI Pakai Tangan

Ada beberapa kondisi yang membuat ibu harus memerah ASI. Antara lain pada ibu yang harus kembali bekerja. Pemberian ASI perah ini membuat bayi dapat tetap memperoleh ASI di kala ibu bekerja. Selain itu, pada ibu dengan produksi ASI berlimpah, ASI juga perlu diperah agar payudara ibu tidak membengkak.

Memerah ASI bisa dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan. Cara ini sangat praktis karena ibu tidak perlu membawa peralatan perah. Ibu tidak mengeluarkan biaya untuk membeli alat perah, tidak merasa sakit akibat memerah ASI, dan Ibu bisa memerah ASI kapanpun dan dimanapun.

Persiapkan keperluan yang dibutuhkan dalam memerah ASI. Kemudian lakukan cara memerah ASI dengan benar. Cara memerah ASI yang dapat ibu lakukan yaitu :

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memerah.
  • Siapkan wadah bersih berupa cangkir, gelas atau botol untuk tempat menampung ASI perah.
  • Beri label wadah untuk menyimpan ASI tersebut dengan memberi informasi  mengenai waktu ASI tersebut diperah.
  • Pilih posisi duduk atau berdiri yang nyaman untuk memerah.
  • Dekatkan wadah pada payudara untuk menampung ASI yang diperah.
  • Letakkan ibu jari di atas puting dan areola. Posisi jari telunjuk berada di bawah puting atau areola, dan berseberangan dengan ibu jari. Posisi ibu jari dan dua jari ini sekitar 2,5 – 3,75 cm dari dasar puting. Sangga dan pegang payudara dengan jari-jari yang lain.
  • Tekan dengan ibu jari dan jari telunjuk tersebut  dengan mengarah ke dinding dada. Hindari menekan terlalu dalam agar tidak menyumbat saluran ASI.
  • Tekan payudara di belakang puting dan areola di antara jari telunjuk dan ibu jari. Rasakan di bawah areola bentuk seperti kacang polong atau kacang tanah yang merupakan sinus-sinus laktiferus. Tekan dan lepaskan, tekan dan lepaskan. Semula ASI tidak keluar. Setelah beberapa kali akan menetes ke wadah.
  • Tekan pula dengan cara yang sama dari arah samping hingga memerah dari seluruh bagian payudara.
  • Hindari memijat atau meluncurkan jari-jarinya pada permukaan kulit, karena dapat membuat kulit teiritasi.
  • Jangan meremas puting, menarik, dan memerahnya. Ini akan menutup saluran ASI dan menghambat alirannya.
  • Lakukan memerah masing-masing payudara sekitar 5 menit. Setelah satu bagian payudara alirannya mulai melambat, perah payudara satunya lagi.
  • Waktu yang memadai memerah ASI sekitar 30 menit atau lebih, khususnya pada hari-hari pertama ketika ASI yang dihasilkan hanya sedikit.
  • Ketika payudara tidak lagi mengeluarkan ASI saat diperah, maka ibu bisa hentikan memerah ASI.
ASI Ekslusif adalah Kunci Pembangunan Berkelanjutan

ASI Ekslusif adalah Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Gunakan Semangatmu untuk Membangun Bangsa yang Sehat dan Cerdas!

Gunakan Semangatmu untuk Membangun Bangsa yang Sehat dan Cerdas!