Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Kontrasepsi Alami - Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Cara Kontrasepsi Alami - Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Kontrasepsi-1.jpg

Metode Amenorea Laktasi (MAL) atau Lactational Amenorrhea Method (LAM) adalah metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya. Metode Amenorea Laktasi (MAL) atau Lactational Amenorrhea Method (LAM) dapat dikatakan sebagai metode keluarga berencana alamiah (KBA) atau natural family planning, apabila tidak dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain. Meskipun penelitian telah membuktikan bahwa menyusui dapat menekan kesuburan, namun banyak wanita yang hamil lagi ketika menyusui. Oleh karena itu, selain menggunakan Metode Amenorea Laktasi juga harus menggunakan metode kontrasepsi lain seperti metode barier (diafragma, kondom, spermisida), kontrasepsi hormonal (suntik, pil menyusui, AKBK) maupun IUD.

Metode Amenorea Laktasi (MAL) dapat dipakai sebagai alat kontrasepsi, apabila:

  1. Menyusui secara penuh (full breast feeding), lebih efektif bila diberikan minimal 8 kali sehari.
  2. Belum mendapat haid.
  3. Umur bayi kurang dari 6 bulan.

 Cara Kerja Cara kerja dari Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah menunda atau menekan terjadinya ovulasi. Pada saat laktasi/menyusui, hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitosin. Semakin sering menyusui, maka kadar prolaktin meningkat dan hormon gonadotrophin melepaskan hormon penghambat (inhibitor). Hormon penghambat akan mengurangi kadar estrogen, sehingga tidak terjadi ovulasi.

 Efektifitas Efektifitas MAL sangat tinggi sekitar 98 persen apabila digunakan secara benar dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid pasca melahirkan dan menyusui secara eksklusif (tanpa memberikan makanan atau minuman tambahan). Efektifitas dari metode ini juga sangat tergantung pada frekuensi dan intensitas menyusui.

 Manfaat Metode Amenorea Laktasi (MAL) memberikan manfaat kontrasepsi maupun non kontrasepsi.

Manfaat Kontrasepsi Manfaat kontrasepsi dari MAL antara lain:

  1. Efektifitas tinggi (98 persen) apabila digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui eksklusif.
  2. Dapat segera dimulai setelah melahirkan.
  3. Tidak memerlukan prosedur khusus, alat maupun obat.
  4. Tidak memerlukan pengawasan medis.
  5. Tidak mengganggu senggama.
  6. Mudah digunakan.
  7. Tidak perlu biaya.
  8. Tidak menimbulkan efek samping sistemik.
  9. Tidak bertentangan dengan budaya maupun agama.

Manfaat Non Kontrasepsi Manfaat non kontrasepsi dari MAL antara lain: Untuk bayi

  1. Mendapatkan kekebalan pasif.
  2. Peningkatan gizi.
  3. Mengurangi resiko penyakit menular.
  4. Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi air, susu formula atau alat minum yang dipakai.

Untuk ibu

  1. Mengurangi perdarahan post partum/setelah melahirkan.
  2. Membantu proses involusi uteri (uterus kembali normal).
  3. Mengurangi resiko anemia.
  4. Meningkatkan hubungan psikologi antara ibu dan bayi.

 

Keterbatasan Metode Amenorea Laktasi (MAL) mempunyai keterbatasan antara lain:

  1. Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan.
  2. Metode ini hanya efektif digunakan selama 6 bulan setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui secara eksklusif.
  3. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B ataupun HIV/AIDS.
  4. Tidak menjadi pilihan bagi wanita yang tidak menyusui.
  5. Kesulitan dalam mempertahankan pola menyusui secara eksklusif.

Yang Dapat Menggunakan MAL Metode Amenorea Laktasi (MAL) dapat digunakan oleh wanita yang ingin menghindari kehamilan dan memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Wanita yang menyusui secara eksklusif.
  2. Ibu pasca melahirkan dan bayinya berumur kurang dari 6 bulan.
  3. Wanita yang belum mendapatkan haid pasca melahirkan.

Wanita yang menggunakan Metode Amenorea Laktasi (MAL), harus menyusui dan memperhatikan hal-hal di bawah ini:

  1. Dilakukan segera setelah melahirkan.
  2. Frekuensi menyusui sering dan tanpa jadwal.
  3. Pemberian ASI tanpa botol atau dot.
  4. Tidak mengkonsumsi suplemen.
  5. Pemberian ASI tetap dilakukan baik ketika ibu dan atau bayi sedang sakit.

Yang Tidak Dapat Menggunakan MAL Metode Amenorea Laktasi (MAL) tidak dapat digunakan oleh:

  1. Wanita pasca melahirkan yang sudah mendapat haid.
  2. Wanita yang tidak menyusui secara eksklusif.
  3. Wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam.
  4. Wanita yang harus menggunakan metode kontrasepsi tambahan.
  5. Wanita yang menggunakan obat yang mengubah suasana hati.
  6. Wanita yang menggunakan obat-obatan jenis ergotamine, anti metabolisme, cyclosporine, bromocriptine, obat radioaktif, lithium atau anti koagulan.
  7. Bayi sudah berumur lebih dari 6 bulan.
  8. Bayi yang mempunyai gangguan

Metode Amenorea Laktasi (MAL) tidak direkomendasikan pada kondisi ibu yang mempunyai HIV/AIDS positif dan TBC aktif. Namun demikian, MAL boleh digunakan dengan pertimbangan penilaian klinis medis, tingkat keparahan kondisi ibu, ketersediaan dan penerimaan metode kontrasepsi lain.

Langkah-Langkah Penentuan Pemakaian KB MAL Di bawah ini merupakan langkah-langkah menentukan dalam menggunakan kontrasepsi Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Langkah metode amenorea laktasi

 

Langkah metode amenorea laktasi

Referensi breastfeeding.com/reading_room/lam.html diunduh 19 April 2010 Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan  Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. http://www.lusa.web.id/metode-amenorea-laktasi-mal-atau-lactational-amenorrhea-method-lam/ Dr. Sandra Fikawati dkk, Gizi Ibu dan Bayi. Jakarta PT. RajaGrafindo Persada.2015

 

Tips Memenuhi Asupan Gizi Ibu Menyusui

Tips Memenuhi Asupan Gizi Ibu Menyusui

6 Langkah Mudah Menyusun Menu MPASI

6 Langkah Mudah Menyusun Menu MPASI