Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Jitu Atasi Anak Gemuk

Cara Jitu Atasi Anak Gemuk

a33720a5-9f59-49a9-9fee-8b37c62e5e25_169.jpg

Masih ada orangtua yang menganggap punya anak balita yang gemuk itu sehat dan lucu. Anggapan seperti itu di jaman sekarang mungkin sudah tak tepat lagi. Karena masalah kegemukan pada anak kini berkaitan dengan risiko kesehatan anak yang cukup serius baik dalam jangka pendek maupun panjangnya. Terutama pada masalah penyakit degenerative seperti kencing manis (diabetes), jantung, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.

Gemuk pada anak terjadi karena adanya penumpukan lemak tubuh berlebih sehingga berat badan anak melebihi normalnya. Sebetulnya orangtua dapat dengan mudah mengetahui anaknya mengalami gemuk/kegemukan dari tampilan fisiknya. Anak tampak lebih besar dan gemuk dari anak seusianya. Jika dilakukan penimbangan, berat badannya melebihi berat badan yang seharusnya di usia tersebut. Jika dilihat pada grafik/kurva pertumbuhan pada kartu KMS (Kartu Menuju Sehat), berat badan anak berada pada lajur kuning atas. Jika sangat gemuk sekali (obese), berat badannya berada melampaui lajur kuning atas.

Anak yang gemuk cenderung lamban, kurang gesit, dan kalau melakukan aktivitas tidak bisa dalam waktu lama dan merasa mudah capai. Perkambangannya pun tidak seoptimal anak normal lainnya, misalnya mengalami masalah dengan sensori integrasinya seperti ketika berjalan ada masalah pada keseimbangan tubuhnya.

Penyebab anak menjadi gemuk atau kegemukan ini karena antara lain :

  • Pola makan yang tidak seimbang. Anak mempunyai kebiasaan makan berlebih dan tidak seimbang kandungan zat gizinya. Misalnya, anak lebih banyak mengonsumsi karbohidrat saja ketimbang serat.
  • Ada gangguan metabolik
  • Kurang melakukan aktivitas fisik
  • Orangtua tidak memantau secara rutin berat badan anak sehingga terlambat mendeteksi kelebihan berat badan yang terjadi.

Sebetulnya, tidaklah mudah menangani masalah anak kegemukan. Karena terkait dengan pola makan anak yang sudah terbiasa sebelumnya. Jadi diperlukan upaya ekstra orangtua dengan melakukan pendekatan yang baik pada anak tanpa perlu melakukan pemaksaan. Berikut ini yang harus dilakukan orangtua :

  • Ubah pola makan anak menjadi lebih bergizi dan seimbang.

Anak yang tadinya suka pilih-pilih makan atau hanya mau makan makanan yang disukai saja perlu diubah. Perlu kreatifitas orangtua dalam menyajikan makanan yang beragam, menarik, dan bergizi seimbang.

  • Kurangi dan hindari makanan manis-manis yang berlebih.
  • Ajak anak bicara dan beri penjelasan mengenai manfaat makanan yang dimakannya.
  • Biasakan  pola makan teratur 3 kali makan utama dan 2 kali selingan. Jangan biasakan anak mengonsumsi makanan berlebih saat mengonsumsi makanan selingan.
  • Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik dengan bermain dan berolahraga, agar asupan yang dikonsumsi seimbang dengan gerak fisik tubuh yang dilakukan.
  • Pantau berat badan anak secara rutin.
  • Jika orangtua merasa perlu bantuan, sebaiknya konsultasikan pada dokter ahli gizi untuk membantu mengatur pola diet makan anaknya.
Jangan Anggap Sepele Kurang Darah pada Ibu Hamil

Jangan Anggap Sepele Kurang Darah pada Ibu Hamil

Kok Anak Kurang Gizi Bisa Kena Obesitas?

Kok Anak Kurang Gizi Bisa Kena Obesitas?