Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Ibu Hamil Atur Porsi Makan
makanan-penguat-kandungan.jpg

Selama kehamilan ibu harus memperhatikan kebutuhan gizinya dengan baik. Karena hal ini berkaitan dengan kesehatan ibu selama hamil, serta pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Selama hamil ibu juga harus mencapai kenaikan berat badan setiap trimesternya. Normalnya ibu hamil mengalami kenaikan berat badan hingga 10 kg. Kenaikan berat badan ini mengindikasikan status gizi ibu dan janin.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan ibu memperolehnya dari asupan makanan. Sebenarnya tidak ada makanan yang dipantang oleh ibu hamil. Hanya saja perlu dipertimbangkan makanan yang bergizi seimbang. Artinya, makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi dan jumlahnya tidak berlebihan pada satu jenis makanan tertentu saja. Lantas, bagaimana cara mengatur makan yang seimbang?

Penuhi kebutuhan makan sehari-hari dengan mengonsumsi 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan. Makan utama yaitu pagi, siang, dan malam. Makanan selingan bisa dilakukan di pukul 10 pagi dan jam 4 sore.

Makanan utama mengandung jenis makanan pokok sumber karbohidrat, sayur dan buah, serta lauk pauk. Seberapa banyak porsinya, bisa dilihat pada tabel tumpeng gizi seimbang, seperti berikut :

* Makanan pokok sumber karbohidrat.

    - Jumlahnya 3-8 porsi. Misalnya, nasi 1 porsi jumlahnya sekitar ¾ gelas belimbing

   (100 gram).

* Sayuran dan buah-buahan.

  - Makanan ini terbanyak kedua setelah makanan pokok.

  - Jumlah sayuran tanpa kuah sebanyak 3-5 porsi. Untuk buah sebanyak 2-3 porsi. 

     Satu porsi sebanyak 100 gram.

  • Banyaknya jumlah yang harus dikonsumsi ini bisa disiasati dengan mengonsumsi makanan selingan yang mengandung sayur atau buah.

*Makanan sumber protein yang biasa disebut lauk pauk

   - Menempati urutan ketiga dalam tumpeng gizi seimbang

   - Protein dari sumber hewani dan nabati jumlah yang dikonsumsi sekitar 2-3 porsi.

     Jumlah total yang dikonsumsi 4-6 porsi

*Minyak, gula, garam

-  Dikonsumsi seperlunya dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Orang diabetes

     tidak boleh mengonsumsi gula pasir melebihi 1 sendok makan dalam sehari.

     Penderita hipertensi juga membatasi konsumsi garamnya.

Dalam pengaturan jumlah makanan yang dikonsumsi, perlu diperhatikan juga faktor higienitasnya. Ini penting untuk mencegah masuknya bakteri dan virus yang dapat menimbulkan penyakit. Maka itu, sayuran atau buah-buahan harus dipastikan dicuci dengan bersih. Makanan sumber protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan lain-lain harus dimasak hingga matang.

(Sumber :Gizi Ibu dan Bayi, Dr. Sandra Fikawati, dkk)

Apa itu 1000 HPK, Lihat disini !

IDAI Luncurkan Aplikasi Untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak

IDAI Luncurkan Aplikasi Untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak