Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara dan Waktu Menyapih si Kecil yang Tepat Agar Tidak Rewel

Cara dan Waktu Menyapih si Kecil yang Tepat Agar Tidak Rewel

218a661768599fb86757852d0ab6f3bb.jpg

Sepentingnya ASI dalam pertumbuhan si kecil, ia harus berhenti menyusu saat sudah berusia 2 tahun dan mulai lebih banyak mengonsumsi makanan pendamping ASI. ASI sebagai makanan utama bayi diberikan sejak lahir hingga usia anak 2 tahun atau lebih. Lamanya batas waktu pemberian ASI hingga 2 tahun atau lebih juga direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO. Banyak penelitian yang menyimpulkan sama bahwa pemberian ASI bisa hingga 2 tahun atau lebih. Salah satunya penelitian tahun 2001 oleh Pediatric Clinics of North American mengatakan bahwa ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C.

Setelah anak usia 2 tahun, bagaimana cara menyapihnya agar tidak menyusu lagi? Orang bilang, anak yang masih menyusu akan lebih manja dan tidak mandiri. Namun anggapan inipun tidak terbukti.

Umumnya, ibu melakukan berbagai cara dalam menyapih anaknya. Paling sering dilakukan yaitu dengan memberikan olesan bahan herbal jamu di seputar payudaranya, seperti olesan daun brotowali yang rasanya pahit.  Diharapkan ketika anaknya menyusu akan merasakan tidak enak dan ia tak ingin menyusu lagi.

Sebetulnya, ibu bisa melakukan dengan cara-cara lain yang tidak memaksa anak berhenti menyusu. Apalagi anak usia 2 tahun sudah dapat diajak berpikir dan memutuskan sendiri untuk berhenti menyusu. Orangtua bisa mengalihkan perhatian anak pada hal lain, misalnya anak dibacakan buku cerita atau bermain, memberinya pengertian perlahan-lahan untuk berhenti menyusu. Jika anak terbangun tengah malam ingin menyusu, berikan anak air minum, misalnya.

Awalnya memang sulit karena anak menjadi rewel atau menangis. Ibu mungkin akan mengalaminya 2-3 hari. Biasanya setelah itu anak yang berhenti menyusu menunjukkan kemandiriannya. Tanpa dipaksa ia pun berhenti menyusu dan anak akan merasa nyaman.

Cara Memilih Makanan untuk Anak yang Terkena Diare

Cara Mengajak Anak untuk Makan Sayur dan Buah

Cara Mengajak Anak untuk Makan Sayur dan Buah