Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Bedakan Batuk Biasa dengan Gejala Pneumonia

Cara Bedakan Batuk Biasa dengan Gejala Pneumonia

13Anak-Batuk-e1480298885112.jpg

Cara Bedakan Batuk Biasa dengan Pneumonia

Batuk pilek merupakan penyakit yang sering dialami balita. Namun orangtua jangan anggap remeh, tetap perlu diwaspadai, Karena batuk yang dialami anak  bisa saja merupakan salah satu gejala penyakit berbahaya, yaitu pneumonia. Bagaimana cara orangtua membedakan batuk biasa dan pneumonia?

Pneumonia yaitu penyakit infeksi akut menular yang mengenai jaringan paru-paru. Ada sejumlah mikroorganisme yang dapat menjadi penyebabnya, termasuk virus, bakteri, dan jamur. Menurut  dr. Nastiti Kaswandani dari IDAI, bakteri yang paling sering menjadi penyebab yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae. Penyebab kedua yang paling umum yaitu bakteri Haemophilus influenza tipe B (Hib). Penularan penyakit ini melalui  percikan ludah (udara) ketika orang bersin, batuk, atau bicara.

Gejala umum yang ditemui pada anak batuk bisa beragam. Selain batuk, bisa disertai demam ataupun tidak, sakit kepala, nafsu makan menurun, produksi lendir yang banyak, dan sebagainya. Tanda anak mengalami pneumonia, selain gejala diatas ada ciri tertentu yaitu batuk disertai sesak napas dan napas cepat. Orangtua dapat menghitung napas cepat ini dalam 1 menitnya.

Pada anak usia 2 bulan : >  60 kali/menit

Usia 2 -12 bulan : > 50 kali/menit

Usia 1 – 5 tahun : > 40 kali/menit

Pada pneumonia berat disertai salah satu gejala seperti :

  • Tarikan dinding dada ke dalam
  • Napas kuping hidung
  • Anak merintih

Sementara bila kondisi pneumonia yang sudah sangat berat disertai salah satu gejala :

  • Tampak ada kebiruan seperti pada bibir
  • Anak tidak bisa minum
  • Ada mengalami kejang
  • Kesadaran menurun

Pneumonia yang tidak segera ditangani bisa menimbulkan komplikasi pada anak misalnya penyebaran kuman ke otak bisa menimbulkan meningitis, dan komplikasi lainnya. Bahkan bisa menyebabkan kematian.

Menurut dr. Sri Sudarwati dari UKK respirologi PP-IDAI, umumnya risiko pneumonia bisa terjadi pada anak semakin muda usianya atau kurang dari 2 tahun, karena sistem imunnya belum matang dan daya tahan tubuhnya masih lemah. Selain itu berisiko juga pada bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah, anak yang kurang gizi, mengalami kekurangan vitamin A dan zink, sering terpapar asap rokok, polusi udara dan asap rumah tangga, tidak mendapatkan imunisasi lengkap, tidak memperoleh ASI eksklusif, lingkungan rumah yang padat dan kotor,  komorbid atau adanya penyakit yang dapat menurunkan sistem pernapasan seperti jantung bawaan, Down Sindrom, dan sebagainya.

Untuk penanganan anak batuk biasa, menurut Sri, dapat dilakukan dengan memberikan pelega tenggorokan dan Pereda batuk yang aman. Jika ada demam maka diberi obat penurun demam. Lakukan observasi, jika belum sembuh maka segera dibawa ke dokter. Biasanya bila batuk lebih dari 14 hari maka harus dirujuk.

Pada anak dengan gejala pneumonia maka orangtua harus segera membawa ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan saturasi oksigen dan jika memungkinkan dengan melakukan foto dada. Kemudian dilakukan pengobatan dengan pemberian antibiotik oral. Jika sudah berat akan diberikan antibiotik secara suntikan dan juga dilakukan terapi oksigen. Pada kasus pneumonia anak harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebetulnya pneumonia dapat dicegah dengan cara :

  • Pemberian ASI eksklusif
  • Pemberian asupan gizi seimbang
  • Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara
  • Mengatasi penyakit komorbid yang diderita anak
  • Memberikan imunisasi yang berguna untuk mencegah pneumonia yaitu DPT-HiB, pneumokok (PCV), Campak, MMR, dan Influenza.
2 Sampai 3 Anak di Bawah 5 Tahun Meninggal Karena Pneumonia

2 Sampai 3 Anak di Bawah 5 Tahun Meninggal Karena Pneumonia

Kenali  Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi

Kenali Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi