Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia Meningkat

Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia Meningkat

cara-memperbanyak-ASI1-e1458793402884.jpg

Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek menyatakan status gizi Indonesia saat ini lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya cakupan ASI Eksklusif dan menurunnya angka balita pendek atau stanting di Indonesia. “Dunia kini mengakui, Lancet Breastfeeding Series 2016 menyebutkan ASI Eksklusif kita meningkat dari sebelumnya 38 persen (Riskesdas, 2013) naik menjadi 65 persen”, ujarnya dalam siaran pers (23/3/16).

Keberhasilan lainnya adalah Indonesia berhasil menurunkan angka stanting yang sebelumnya mencapai 37,2 persen (Riskesdas, 2013) menjadi 29,0 persen berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi di 496 kabupaten/kota dengan melibatkan 165 ribu balita sebagai sampelnya.

Hasil ini diperkuat pula dengan data UNICEF yang melakukan intervensi selama tiga tahun sejak 2011 hingga 2014 di tiga kabupaten di Indonesia (Sikka, Jayawijaya, Klaten), dan berhasil menurunkan angka stanting sebesar 6 persen.  "Jadi stanting mulai turun, artinya intervensi kita tepat," kata Nila.

Stanting adalah masalah kurang gizi kronis ketika yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Nila menerangkan bahwa  anak stunting memiliki kelemahan dan berkorelasi terhadap IQ yang rendah, tinggi badan, dan berat badan tidak sesuai grafik perkembangan, serta rentan terhadap penyakit.

Oleh karena itu, masyarakat terutama para remaja harus mengerti dan memahami bagaimana merencanakan keluarga, utamanya mengenai nutrisi. Bagaimana kesiapannya untuk menikah, hamil dan memiliki anak, serta bagaimana agar dapat menjaga kecukupan nutrisi anak tersebut dan dirinya sendiri..

Berdasarkan daur kehidupan, kebutuhan nutrisi harus terpenuhi sejak bayi hingga manula. Nutrisi ini penting, karena merupakan daya ungkit untuk mendapatkan sumber daya manusia berkualitas. Nila menyebut, upaya perbaikan gizi seyogyanya dilakukan melalui pendekatan continuum of care dengan fokus yang diutamakan adalah 1000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan sampai anak berumur 2 tahun.

(Sumber: Nasional.Republika.co.id)

 

Apa Makna 1000 Hari Pertama Kehidupan?

Apa Makna 1000 Hari Pertama Kehidupan?

Pengaruh ASI Eksklusif Bagi Mental Anak

Pengaruh ASI Eksklusif Bagi Mental Anak